3 Jenis Cyber Threat Intelligence

By |2021-11-19T08:27:04+07:00November 17th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Hampir setiap sektor bisnis saat ini bergantung pada teknologi digital. Otomatisasi dan peningkatan konektivitas telah mengubah institusi ekonomi dan budaya dunia. Selain itu, perkembangan dan ketergantungan teknologi juga telah mengekspos sistem pada risiko serangan siber. Salah satu elemen terpenting dari solusi keamanan siber adalah cyber threat intellegence. Meskipun tidak bisa menjadi satu-satunya kunci untuk semua masalah keamanan siber, cyber threat intelligence masih dianggap sebagai alat penting untuk mendeteksi, pencegahan, dan manajemen ancaman.

Jenis Cyber Threat Intelligence

Cyber threat intelligence telah mengubah cara pengelolaan keamanan di seluruh dunia. Threat intelligence adalah pengumpulan, pemrosesan, dan analisis data. Solusi ini bertujuan untuk mengetahui tujuan, target, dan pola serangan pelaku penjahat siber. Cyber threat intelligence memungkinkan perusahaan membuat keputusan keamanan yang didukung data dengan lebih detail dan pelacakan lebih cepat terhadap pelaku ancaman. Cyber threat intelligence terdiri dari beberapa jenis. Akan sangat bermanfaat untuk memahami berbagai jenisnya, pengaplikasian untuk memutuskan, dan memilih mana yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda. Berikut adalah bagaimana jenis cyber threat intelligence diklasifikasikan:

1.      Strategic Threat Intelligence

Threat intelligence untuk tujuan strategis bersifat non-teknis. Tujuannya adalah untuk membantu para pengambil keputusan memahami threats yang dibawa oleh serangan siber ke perusahaan mereka. Strategic threat intelligence menjelaskan motivasi dan alasan di balik serangan siber, dengan fokus pada penentuan siapa yang berada di balik ancaman tertentu dan mengapa mereka tertarik pada perusahaan atau industri tertentu. Pengumpulan dan pemrosesan data ini sulit dilakukan secara manual, dan jika disalahpahami, maka akan menghasilkan keputusan bisnis yang tidak baik untuk perusahaan. Oleh karena itu, sebuah solusi threat intelligence yang mengotomatiskan pengumpulan dan pemrosesan data sangat diperlukan untuk meringankan beban ini dan memungkinkan analis dengan pengetahuan terbatas untuk bekerja lebih efisien.

2.      Tactical Threat Intelligence

Taktik, metode, dan prosedur pelaku ancaman siber dijelaskan dalam tactical threat intelegence. Solusi ini membantu dalam menentukan bagaimana dan di mana serangan untuk memahami secara spesifik serangan siber. Tactical threat intelegence adalah data teknis yang sering diberikan dalam bentuk laporan vendor. Laporan vendor keamanan sering kali merupakan sumber analisa yang paling nyaman dan lengkap. Hal tersebut mencakup laporan yang sangat detail mulai dari mengenai jalur serangan, alat, dan infrastruktur yang digunakan penyerang, seperti kerentanan mana yang menjadi sasaran dan eksploitasi mana yang digunakan penyerang, serta metode dan alat apa yang mereka gunakan untuk menghindari atau menunda deteksi. Solusi tactical threat intelligence sangat diperlukan untuk bisa mengintegrasikan semua data ini antar jaringan dengan lebih mudah dan aman.

3.      Operational Threat Intelligence

Operational threat intelligence adalah informasi tentang serangan masuk tertentu yang dapat digunakan untuk membuat keputusan, hampir sama seperti jenis lainnya. Namun, threat intelligence ini memberikan detail tentang jenis serangan, identitas dan kemampuan penjahat siber, dan perkiraan kapan serangan akan memengaruhi perusahaan. Threat intelligence ini juga melakukan pelacakan operasi dan pembuatan profil pelaku penjahat siber untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang penyerang. Mengumpulkan operational threat intelligence adalah tugas yang sulit karena karakternya yang unik. Akibatnya, analis menghadapi beberapa hambatan dalam pekerjaannya untuk mengumpulkan intelijen. Banyak dari tantangan ini dapat diatasi saat mengembangkan operational threat intelligence yang efektif, maka pengimplementasian solusi operational threat intelligence yang mengandalkan metode machine learning untuk pengumpulan data secara otomatis dalam skala besar sangat diperlukan.

 

Setelah mengetahui ketiga jenis cyber threat intelligence, sekarang Anda jadi tahu apa pentingnya solusi threat intelligence untuk perusahanan Anda. Threat intelligence solution adalah salah satu solusi yang ditawarkan Aplikas Servis Pesona. Anda bisa bekerja sama dengan Aplikas Servis Pesona, untuk mendapatkan threat intelligence solution yang efektif.

Hubungi kami di marketing@phintraco.com untuk info lebih lanjut mengenai solusi threat intelligence.

 

Referensi:

https://www.threatintelligence.com/

https://www.malwarepatrol.net/three-types-of-cyber-threat-intelligence/

https://www.crowdstrike.com/cybersecurity-101/threat-intelligence/

https://www.recordedfuture.com/threat-intelligence/

 

Artikel terkait:

Saatnya Gunakan Threat Intelligence untuk Tingkatkan Keamanan Siber

By |2021-11-19T08:26:03+07:00November 15th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Jenis serangan siber yang muncul di dunia maya semakin beragam. Untuk mencegah terjadinya serangan siber, perusahaan Anda tidak cukup hanya melakukan deteksi threat. Deteksi threat secara real-time dibutuhkan karena serangan siber dapat menyerang perusahaan Anda kapan saja dan di mana saja. Saat ini, untuk meningkatkan keamanan siber perusahaan, dapat menggunakan solusi Threat Intelligence. Apa itu Threat Intelligence? Mengapa penting untuk perusahaan menggunakan solusi Threat Intelligence untuk meningkatkan keamanan siber perusahaan Anda? Mari kita bahas lebih lengkap mengenai Threat Intelligence dan manfaat pentingnya solusi Threat Intelligence untuk perusahaan Anda.

Penjelasan Threat Intelligence

Threat Intelligence mengatasi serangan siber berdasarkan data yang dikumpulkan untuk dapat mengetahui motif, target serangan siber, dan perilaku dari penjahat siber. Pengambilan keputusan terkait keamanan siber akan jadi lebih cepat dengan menggunakan solusi Threat Intelligence karena memiliki informasi lengkap mengenai penjahat siber. Perusahaan dapat menggunakan data perilaku penjahat siber untuk memunculkan strategi untuk melawan penjahat siber.

Pentingnya Menggunakan Threat Intelligence

Serangan siber semakin berkembang menjadi tidak terlihat. Untuk mengatasinya, banyak perusahaan fokus pada kasus-kasus dasar untuk menghadapi serangan siber, seperti pada network, IPS, firewall, dan SIEM. Banyak perusahaan kurang mengetahui bahwa ada solusi Threat Intelligence yang secara signifikan dapat memperkuat keamanan siber perusahaan. Threat Intelligence mampu mengenali perilaku penjahat siber sehingga ciri-ciri threat pun dapat dikenali oleh perusahaan. Kemampuan ini sangat berguna serta membantu tim keamanan siber perusahaan Anda membuat keputusan lebih baik karena dapat mengungkap motif penjahat siber serta taktik, teknik, dan prosedur (TTPs) yang biasa digunakan penjahat siber. Tim keamanan siber pun akan bertindak sesuai dengan data yang tertera dan mampu mengurangi resiko dan menjadi lebih efisien karena keputusan yang diambil berdasarkan data akan mempercepat proses pengambilan keputusan.

Fitur Threat Intelligence

Setelah mengetahui apa itu Threat Intelligence dan mengapa Threat Intelligence penting untuk perusahaan Anda, selanjutnya adalah mengenal Threat Intelligence lebih dalam. Fitur-fitur Threat Intelligence lebih rinci adalah sebagai berikut:

  1. Menginvestigasi secara otomatis

Threat Intelligence mampu menginvestigasi threat secara otomatis. Perlindungan endpoint akan menjadi lebih terlindungi karena beberapa analisis seperti analisis sandbox malware, malware search, dan threat intelligence berada dalam satu solusi yaitu solusi Threat Intelligence.

  1. Memiliki Indicators of Compromise (IOCs)

Indicators of compromise (IOCs) memungkinkan perusahaan untuk memvisualisasikan hubungan antara IOC, penjahat siber, dan endpoint perusahaan. Pertahanan perusahaan akan semakin kuat karena dibuat dengan IOC melalui observed malware. Perusahaan Anda juga dapat mengatur pertahanan dengan solusi kemanan yang ada.

  1. Mendapatkan akses profil penajahat siber

Solusi Threat Intelligence memiliki profil penjahat siber dari berbagai negara dengan lebih dari 130 profil. Perusahaan Anda akan terhindar dari berbagai serangan siber karena solusi Threat Intelligence juga mampu mengidentifikasi penjahat siber yang fokus menyerang bisnis, wilayah, atau industri yang digeluti oleh perusahaan Anda. Solusi Threat Intelligence juga mampu mengenali tujuan dan memprediksi langkah yang diambil oleh penjahat siber. Perusahaan Anda akan mampu bertindak sebelum penjahat siber menyerang.

  1. Integrasi endpoint

Menggunakan solusi Threat Intelligence tidak memerlukan perangkat tambahan, sehingga perusahaan Anda akan menjadi lebih efisien dengan kinerja yang maksimal.

Setelah mengetahui apa itu Threat Intelligence dan manfaatnya untuk perusahaan Anda, saatnya gunakan Threat Intelligence untuk tingkatkan keamanan siber. Perusahaan Anda dapat berkonsultasi dengan Aplikas Servis Pesona untuk membahas implentasi solusi Threat Intelligence untuk perusahaan Anda. Aplikas Servis Pesona merupakan anak perusahaan Phintraco Group yang bergerak di bidang IT Security. Berbagai solusi keamanan IT disediakan oleh Aplikas Servis Pesona, salah satunya adalah solusi Threat Intelligence.

 

Hubungi kami melalui email marketing@phintraco.com untuk mengetahui informasi lebih lengkap mengenai solusi Threat Intelligence.

 

Referensi:

https://www.crowdstrike.com/cybersecurity-101/threat-intelligence/

https://www.crowdstrike.com/endpoint-security-products/falcon-x-threat-intelligence/

https://www.crowdstrike.com/blog/adam-meyers-podcast-on-importance-of-threat-intelligence-in-cybersecurity/

 

Artikel terkait:

Meningkatkan Kemampuan Keamanan Endpoint dengan Threat Intelligence

By |2021-07-25T20:49:44+07:00June 23rd, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Solusi keamanan endpoint telah digunakan oleh individu, instansi, organisasi, dan perusahaan selama lebih dari 40 tahun. Terlepas dari segala penyempurnaan kemampuan solusi keamanan endpoint yang selalu diperbarui, efektivitasnya tetap harus selalu diperhatikan secara rutin, terutama untuk kepentingan perusahaan. Mengapa demikian? Karena walaupun hampir semua perusahaan telah menggunakan solusi keamanan endpoint, kasus serangan siber kerap terjadi dan menjadi suatu masalah yang seolah tak bisa dihindari.

Dalam beberapa tahun terakhir, jenis serangan siber berevolusi lebih cepat dibandingkan strategi pencegahannya. Setelah sekian banyak kejadian serangan siber yang menargetkan perusahaan dari berbagai ukuran dan industri, dapat disimpulkan bahwa tidak ada satu pun perusahaan yang kebal terhadap serangan siber, bahkan perusahaan skala enterprise juga tidak menjadi pengecualian.

Melihat situasi tersebut, perusahaan perlu menemukan inovasi baru untuk meningkatkan keamanan siber – khususnya untuk meningkatkan kemampuan keamanan endpoint dari serangan siber yang terus berevolusi.

Solusi tepat untuk meningkatkan kemampuan keamanan endpoint perusahaan saat ini adalah Threat Intelligence. Dihimpun dari Gartner, Threat Intelligence didefinisikan sebagai kumpulan informasi berbasis bukti, termasuk konteks, mekanisme, indikasi, implikasi, dan saran aksi atas ancaman terhadap aset. Kemudian, data yang ada pada solusi Threat Intelligence tersebut dijadikan dasar untuk mengambil keputusan atas ancaman yang sedang terjadi.

Sedangkan menurut fungsinya, Threat Intelligence memungkinkan tim keamanan IT untuk membuat keputusan keamanan yang lebih cepat dan terinformasi, mengubah tindakan yang dapat dilakukan untuk melindungi sistem keamanan perusahaan yang awalnya hanya sekedar tindakan reaktif menjadi tindakan proaktif.

Cara Threat Intelligence Meningkatkan Kemampuan Keamanan Endpoint

Threat Intelligence diintegrasikan ke dalam keamanan endpoint untuk menyempurnakan kemampuannya dalam mencegah serangan siber. Dengan Threat Intelligence, tim keamanan IT dapat menangkap seluruh informasi forensik tentang jenis serangan yang digunakan oleh penjahat siber dan mempelajari setiap jenis serangan baru, hingga pada akhirnya dapat mempersiapkan strategi tepat jika insiden keamanan siber serupa terjadi lagi di kemudian hari.

Secara lebih rinci, solusi Threat Intelligence meningkatkan kemampuan keamanan endpoint perusahaan dengan memberi kemampuan berikut ini untuk tim keamanan IT:

#1 Meningkatkan kecepatan dan akurasi investigasi ancaman

Solusi Threat Intelligence membantu tim keamanan IT mengotomatiskan proses investigasi serangan dan menghasilkan laporan yang dapat ditindaklanjuti untuk mengatasi ancaman keamanan pada sistem perusahaan.

Dengan fitur ini, perusahaan dapat meningkatkan tingkat keamanan endpoint dengan menggabungkan beberapa tools keamanan seperti pendeteksi malware dan analisa malware dalam satu solusi.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa integrasi Threat Intelligence ke dalam keamanan endpoint akan sepenuhnya mengurangi waktu dan upaya yang dibutuhkan untuk melakukan investigasi ancaman siber yang sebelumnya dilakukan secara manual – dengan hasil yang lebih efektif dan akurat.

#2 Mengetahui informasi yang diperlukan mengenai profil penjahat siber dan metode serangan siber yang digunakan

Dengan solusi Threat Intelligence, tim keamanan IT akan mendapatkan akses ke dalam informasi mengenai profil penjahat siber, metode serangan yang digunakan dan seluruh rekam jejaknya terkait aksi kejahatan siber yang pernah dilakukan.

Dengan kemampuan tersebut, tim keamanan IT dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk menyiapkan strategi tepat guna mencegah serangan siber berdasarkan jenis dan metode yang digunakan masing-masing penjahat siber.

Selain itu, tim keamanan IT juga dapat mengidentifikasi penjahat siber yang menargetkan perusahaan dari jenis industri dan wilayah yang sama dengan perusahaan mereka, sehingga dapat mengambil langkah preventif yang lebih kuat untuk beberapa penjahat siber tertentu.  

Karena jenis serangan siber dan kemampuan penjahat siber terus berevolusi, tim keamanan IT perusahaan membutuhkan bantuan yang maksimal untuk mencegah, mendeteksi, dan merespons potensi serangan secara lebih efektif.

Mengintegrasikan Threat Intelligence ke dalam keamanan endpoint dapat meningkatkan kemampuan keamanan endpoint agar lebih sensitif terhadap segala jenis dan metode serangan siber. Jadi, disimpulkan bahwa meningkatkan kemampuan keamanan endpoint dengan Threat Intelligence dapat membantu tim keamanan IT meningkatkan kecepatan, efektivitas, dan akurasi investigasi ancaman siber secara signifikan.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang solusi Threat Intelligence dan keamanan endpoint, Anda dapat menghubungi kami di marketing@phintraco.com

Referensi:

https://go.crowdstrike.com/rs/281-OBQ-266/images/ReportSANSReviewFalconX.pdf

https://www.gartner.com/reviews/market/security-threat-intelligence-services

 

Click here to read this article in English.

Mengenal Threat Intelligence sebagai Pendekatan Baru dalam Dunia Keamanan Siber

By |2021-07-25T20:50:53+07:00May 12th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Sejauh ini, banyak perusahaan menerapkan keamanan siber di lingkungan digitalnya dengan menggunakan pendekatan berbasis perimeter. Pendekatan ini menerapkan keamanan yang dilakukan dengan membuat pertahanan keamanan berlapis, mulai dari melindungi database, log monitor, perangkat endpoint, hingga membangun kesadaran karyawan akan pentingnya keamanan siber.

Akan tetapi dengan adanya penerapan pola kerja baru serta kemunculan teknologi yang mendukung pola kerja baru tersebut, pendekatan berbasis perimeter perlu dikembangkan. Perusahaan tidak bisa lagi bertumpu pada satu pendekatan yang mungkin saja sudah tidak relevan lagi diterapkan dalam lingkungan digital yang semakin kompleks sejak pola kerja baru diberlakukan.

Saat ini, perusahaan perlu mulai menerapkan pendekatan Threat Intelligence untuk melindungi postur keamanan secara menyeluruh. Lalu, apa yang dimaksud dengan Threat Intelligence? Sudahkah Anda mengenal Threat Intelligence sebagai pendekatan baru dalam dunia keamanan siber?

Apa itu Threat Intelligence?

Threat Intelligence adalah pendekatan keamanan siber yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, memproses, dan menganalisa data untuk memahami motif, target, dan perilaku penjahat siber. Threat Intelligence memungkinkan tim keamanan IT untuk membuat keputusan keamanan yang lebih cepat dan terinformasi, mengubah tindakan yang dapat dilakukan untuk melindungi sistem keamanan yang awalnya hanya sekedar tindakan reaktif menjadi tindakan proaktif.

Jadi, pendekatan Threat Intelligence yang didasari oleh data akan menjadi acuan untuk mengambil tindakan atau keputusan atas ancaman siber yang terjadi.

Apa yang menjadikan Threat Intelligence penting bagi perusahaan?

Threat Intelligence penting bagi perusahaan karena seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Threat Intelligence membantu tim keamanan IT untuk memahami motif, target, serta pola perilaku penjahat siber yang mencakup taktik atau teknik, dan prosedur yang mereka gunakan (TTPs).

Dengan data dan informasi yang tersedia tersebut, tim keamanan IT mampu memahami aspek-aspek yang sebelumnya tidak dapat diketahui, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang lebih tepat pada saat terjadi penyerangan pada sistem perusahaan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Threat Intelligence memberikan gambaran utuh yang membuat tim keamanan IT bisa mengambil kesimpulan tepat berdasarkan semua informasi yang ada atau yang dikenal sebagai data-driven decisions.

Solusi Threat Intelligence untuk Perusahaan

Jika Anda tertarik mengimplementasi Threat Intelligence untuk membangun ketahanan keamanan siber yang lebih sederhana dan efektif, Anda dapat bekerja sama dengan Aplikas Servis Pesona – perusahaan penyedia solusi keamanan IT di Indonesia.

Sebagai official business partner dari Crowdstrike, Aplikas Servis Pesona menawarkan solusi Threat Intelligence. Berikut adalah fitur yang ditawarkan Threat Intelligence sebagai solusi strategi keamanan mutakhir:

  1. Investigasi Otomatis

Solusi Threat Intelligence membantu perusahaan mengotomatiskan proses investigasi serangan dan memberikan laporan yang dapat ditindaklanjuti untuk mengatasi ancaman keamanan pada sistem perusahaan.

Dengan fitur ini, perusahaan dapat meningkatkan tingkat proteksi endpoint dengan mengkombinasikan beberapa tools keamanan seperti pendeteksi malware dan analisa malware dalam satu solusi. Dapat disimpulkan bahwa fitur ini akan sepenuhnya mengurangi waktu dan upaya yang dibutuhkan untuk melakukan investigasi insiden keamanan yang sebelumnya dilakukan secara manual.

Selain itu, dengan menggunakan Threat Intelligence, tim keamanan IT dapat mengidentifikasi, menginvestigasi, dan memblok serangan yang sejenis dengan serangan sebelumnya agar tidak menyerang kembali di kemudian hari.

  1. Indikator Kompromi (IOC)

Indicators of Compromies (IOC) atau indikator kompromi adalah salah satu fitur yang dimiliki solusi Threat Intelligence. Dengan fitur ini, tim keamanan IT dapat meningkatkan pertahanan keamanan siber perusahaan dari berbagai jenis serangan dan berbagai teknik serangan yang dilakukan oleh penjahat siber.  

  1. Mendapatkan informasi mengenai profil penjahat siber

Dengan menggunakan solusi Threat Intelligence dari Crowdstrike, tim keamanan IT akan mendapatkan akses untuk mengetahui informasi mengenai profil penjahat siber di seluruh dunia dan rekam jejaknya. Selain itu, tim keamanan IT juga dapat mengidentifikasi para penjahat siber yang menargetkan perusahaan dari jenis industri dan wilayah yang sama dengan perusahaan Anda – sekaligus mengetahui kemampuan mereka dan memprediksi teknik serangan yang akan mereka lakukan berikutnya.

Demikian informasi mengenai Threat Intelligence sebagai pendekatan baru dalam dunia keamanan siber. Seiring dengan perkembangan kecanggihan alat dan teknik yang digunakan oleh penjahat siber, menggunakan pendekatan baru dalam keamanan siber menjadi sangat penting bagi perusahaan.

Dengan Threat Intelligence, tim keamanan IT dapat selalu update dengan informasi tren serangan siber, sehingga mereka dapat lebih fokus memperbaiki kerentanan sistem agar siap mengatasi berbagai potensi serangan yang tidak terduga.

Informasi lebih lanjut:

marketing@phintraco.com

Referensi:

https://www.crowdstrike.com/cybersecurity-101/threat-intelligence/

https://www.esg-global.com/blog/threat-intelligence-gateways

https://www.crowdstrike.com/endpoint-security-products/falcon-x-threat-intelligence/

 

Artikel terkait:

 

Click on the link below to read this article in English:

http://www.aplikas.com/threat-intelligence-as-a-new-cybersecurity-approach/

3 Kebiasaan yang Membahayakan Keamanan Siber Perusahaan

By |2021-07-25T20:50:57+07:00May 10th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Menjaga keamanan siber perusahaan membutuhkan pendekatan holistik, di mana seluruh bagian perusahaan memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan sistem perusahaan aman dari serangan. Namun, sepertinya pendekatan ini masih sulit untuk diterapkan. Terbukti dari kasus serangan siber yang menjadikan perusahaan sebagai target utama terus meningkat. Sebenarnya, apa saja kebiasaan yang membahayakan keamanan siber perusahaan?

Umumnya, yang menjadikan sistem keamanan perusahaan menjadi target utama serangan siber adalah karena celah dan kerentanan yang dapat dengan sangat mudah ditemukan, bukan karena seorang pelaku kejahatan siber sudah menargetkan perusahaan tersebut sedari awal. Oleh karena itu, pihak yang bertanggung jawab atas keamanan siber perusahaan harus mengetahui dan menghindari kebiasaan yang membahayakan keamanan siber perusahaan.

Memang tidak ada strategi pasti untuk memerangi serangan siber, setiap perusahaan memerlukan rencana dan solusi yang berbeda dengan perusahaan lainnya. Namun, terdapat prinsip-prinsip dasar yang harus diterapkan untuk mempertahankan postur keamanan yang kokoh dalam menghadapi jenis serangan siber yang terus berevolusi.

Apa saja kebiasaan yang membahayakan keamanan siber perusahaan dan apa solusi untuk mengatasinya? Berikut penjelasannya!

1. Tidak memahami arsitektur jaringan perusahaan dan mengabaikan pembaruan jaringan

Perusahaan tidak akan bisa mengindari serangan siber dengan maksimal setiap saat secara manual, karena lingkup jaringan perusahaan terlalu luas dan terlalu banyak celah yang dapat dimanfaatkan untuk menginfeksi sistem perusahaan.

Namun, kondisi akan lebih parah jika tim keamanan IT tidak memahami arsitektur jaringan perusahaan dan mengabaikan pembaruan jaringan. Membiarkan hal tersebut terjadi sama saja dengan membuka pintu bagi penjahat siiber untuk menginfeksi sistem tanpa ada perlawanan.

Solusi: Pada tingkat enterprise, tim IT harus mengimplementasi protokol yang kuat untuk memastikan seluruh software selalu diperbarui tepat waktu. Tim keamanan IT harus mengetahui secara rinci di mana letak data penting tersimpan, seberapa luas lingkup jaringan yang dimiliki, di mana titik keluar masuk data, dan bagaimana jaringan tersebut tersegmentasi. Perlu diketahui bahwa kurangnya pemahaman tentang prinsip dasar dan standar keamanan jaringan akan menempatkan perusahaan pada posisi yang sangat berisiko.

2. Hanya mengandalkan solusi teknologi antivirus tradisional

Melihat kecanggihan teknik serangan siber yang terus berevolusi saat ini, dapat disimpulkan bahwa mengandalkan antivirus saja tidak cukup untuk melindungi sistem perusahaan dari serangan. Penjahat siber mengembangkan keahlian mereka lebih cepat daripada perusahaan memperbarui solusi yang relevan untuk melawan mereka. Faktanya, hanya 40% dari serangan siber saat ini yang melibatkan malware. Sisanya, penjahat siber menggunakan jenis serangan siber lain untuk mengintai targetnya. Oleh karena itu, menerapkan pendekatan keamanan perimeter tidak cukup untuk melindungi sistem perusahaan secara menyeluruh.

Solusi: Solusi untuk mengatasi tantangan yang ditimbulkan dari kebiasaan ini adalah dengan memastikan penggunaan software antivirus mutakhir, seperti Next-Gen Antivirus. Next-Gen Antivirus dapat membantu perusahaan mengetahui berbagai jenis serangan siber baru dan secara otomatis melakukan tindakan jika ada serangan yang menargetkan sistem perusahaan. Selain itu, perusahaan juga harus segera memperbarui penerapan pendekatan keamanan siber yang awalnya perimeter menjadi Threat Intelligence(link).

3. Tidak memonitor endpoint perusahaan

Saat ini, diketahui bahwa mayoritas penjahat siber mencari cara untuk menembus akses jaringan dan mengeksekusi kode pada sistem endpoint perusahaan. Hal ini disebabkan karena banyak perusahaan yang mengabaikan keamanan endpointnya, menjadikan penjahat siber bebas menjelajahi lingkungan digital perusahaan. Tanpa disadari, kebiasaan ini dapat menempatkan perusahaan di posisi yang paling berbahaya dalam tingkat keamanan siber.

Solusi: Perusahaan perlu mengimplementasi teknologi yang membantu mereka memonitor keamanan endpoint secara terus menerus. Teknologi Endpoint Detection and Response (EDR) dapat menjadi solusi tepat untuk membantu tim IT terhindar dari kebiasaan yang membahayakan keamanan siber perusahaan.

3 kebiasaan yang umum terjadi dalam lingkup perusahaan ini tanpa disadari akan menempatkan perusahaan pada posisi paling berbahaya di tingkat keamanan siber. Karena jenis serangan dan teknik yang digunakan penjahat siber selalu berevolusi, maka strategi keamanan siber yang diterapkan dalam lingkup perusahaan tidak bisa sama dari waktu ke waktu. Strategi yang digunakan harus selalu diuji efektivitasnya, ditingkatkan, dan dievaluasi secara berkala.

Informasi lebih lanjut:

marketing@phintraco.com

Referensi:

https://www.crowdstrike.com/blog/top-5-cybersecurity-mistakes-companies-make-and-how-to-avoid-them/

https://www.crowdstrike.com/endpoint-security-products/falcon-x-threat-intelligence/

https://phintraco.com/perkuat-keamanan-siber-dengan-next-gen-antivirus/

https://phintraco.com/sudahkah-anda-menggunakan-solusi-keamanan-endpoint-yang-memadai/

 

Click on the link below to read this article in English:

http://www.aplikas.com/cybersecurity-mistakes-that-could-be-placing-your-company-in-danger/

Go to Top