Teknologi yang semakin berkembang membuat perusahaan harus terus memperbarui sistem IT yang dimilki. Sistem IT yang sudah tidak diperbarui akan menjadi infrastruktur tradisional. Perkembangan teknologi menciptakan teknologi yang terbaru di berbagai sistem IT. Salah satunya menciptakan hyperconverged infrastructure. Apa perbedaan infrastruktur tradisional dengan hyperconverged infrastructure? Mari kita simak penjelasan lengkapnya.

Infrastruktur Tradisional

Sebelum adanya teknologi terkini, segala macam sistem IT terjual terpisah. Contohnya seperti server, storage, jaringan bahkan kabel terjual terpisah dalam masing-masing perangkat. Hal tersebut membuat perusahaan dengan bebas memilih sistem IT sesuai dengan kebutuhan. Namun, akan meningkatkan biaya operasional karena ketahanan suatu produk harus dilihat apakah akan tahan satu hingga lima tahun kedepan. Mengingat bahwa teknologi semakin berkembang maka hal ini akan merugikan perusahaan dalam hal biaya. Perusahaan harus memastikan masing-masing komponen baik yang lama dan yang akan diperbarui dapat bekerja dan mendukung operating system satu sama lain.

Hyperconverged Infrastructure

Hyperconverged Infrastructure (HCI) adalah sebuah software yang memiliki sistem yang terpadu, menggabungkan semua elemen dari traditional data center seperti storage, compute, networking dan management. Tujuan adanya hyperconverged infrastructure adalah untuk membuat infrastruktur menjadi tidak terlihat. Infarstruktur IT biasanya terdiri dari beberapa komponen dan membutuhkan tempat yang dapat mencukup peralatan tersebut. Hyperconverged infrastructure mampu menyederhanakan infrastruktur IT tradisional dan membuatnya “tidak terlihat”. Pembaruan sistem secara otomatis membuat hyperconverged infrastructure menjadi lebih sederhana. Perusahaan-perusahaan yang sudah menggunakan  hyperconverged infrastructure akan lebih fokus meningkatkan bisnisnya karena tidak menghabiskan waktu untuk mengelola infrastruktur yang sudah berjalan secara otomatis.

Infrastruktur Tradisional vs Hyperconverged Infrastructure

Pada intinya, perbedaan antara infrastruktur tradisional dengan hyperconverged infrastructure adalah dari perangkat. Perangkat infrastruktur tradisional terdiri dari beberapa macam perangkat yang terpisah dan membutuhkan tempat untuk menyimpan perangkat tersebut. Sedangkan hyperconverged infrastructure menyediakan infrastruktur yang hampir tidak terlihat karena sebagian besar sistemnya tersembunyi di dalam platform hyperconverged infrastructure. Jika perusahaan Anda tidak fokus pada sistem IT, mungkin akan cocok dengan infrastruktur tradisional karena perusahaan dapat mengimplementasikan perangkat IT sesuai dengan kebutuhan. Namun, jika perusahaan Anda membutuhkan inovasi bisnis secara berkala agar dapat terus berkembang dan sangat membutuhkan pemeliharaan berkelanjutan yang minimal, maka perusahaan Anda membutuhkan hyperconverged infrastructure.

 

Masing-masing jenis infrastruktur memiliki kelebihan dan kekurangan. Perusahaan Anda harus memiliki landasan yang detail untuk mengimplementasikan infarstruktur IT. Konsultasikan sistem IT perusahaan Anda dengan Phintraco Technology untuk mendapatkan solusi IT terbaik sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda. Phintraco Group memiliki anak perusahaan yang bergerak di bidang IT Infrastructure yaitu Phintraco Technology.

Hubungi tim ahli kami di marketing@phintraco.com untuk mendapatkan penjelasan lebih detail mengenai hyperconverged infrastructure.

 

Referensi:

https://searchdatacenter.techtarget.com/opinion/A-look-at-hyper-convergence-vs-traditional-server-deployments

https://phintraco.com/perbedaan-converged-infrastructure-dan-hyperconverged-infrastructure/

 

Artikel terkait: