Artificial Intelligence

/Tag: Artificial Intelligence

Mengenal Istilah “Augmented Intelligence”

By | 2019-09-17T07:08:09+00:00 September 17th, 2019|Categories: Blog|Tags: , , , |

Ketika memikirkan masa depan hubungan antara manusia dan teknologi, pastinya anda akan diingatkan dengan hadirnya kecerdasan buatan atau lebih umum kita kenal sebagai Artificial Intelligence (AI). Lalu, apa kaitannya antara Artificial Intelligence dengan istilah Augmented Intelligence? Artikel ini akan menjelaskan apa itu yang dimaksud dengan istilah “Augmented Intelligence”, yang kini telah banyak dibicarakan oleh para ahli teknologi.

Sebelum membahas mengenai istilah Augmented Intelligence, mari mengulik asal mula istilah Artificial Intelligence, yang saat ini lebih “umum” dalam dunia teknologi. Istilah Artificial Intelligence (AI) sudah ada sejak tahun 1956. Namun baru pada tahun 1959, terbukti bahwa teknologi AI dapat bekerja lebih baik dari kemampuan rata-rata yang dimiliki manusia. Saat ini, AI menjadi semakin populer berkat adanya peningkatan jumlah data, algoritma yang canggih, serta penyimpanan komputasi.

Konsep dari Artificial Intelligence (AI)

Artificial Intelligence (AI) adalah kecerdasan buatan  yang ditambahkan pada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah. Artificial Intelligence dapat didefinisikan sebagai kemampuan sistem untuk menafsirkan data dengan benar, mempelajari data, dan menggunakan pembelajaran tersebut guna mencapai tujuan dan tugas tertentu. Dengan kata lain, AI dapat melaksanakan tugas seperti manusia bahkan melampaui kemampuan manusia.

Kehadiran teknologi Artificial Intelligence dianggap banyak membantu pekerjaan menjadi lebih cepat dan mudah, bahkan dengan tanpa adanya campur tangan manusia.

Augmented Intelligence sebagai Konsep lain dari Artificial Intelligence (AI)

Tahukan anda bahwa saat ini sudah ada istilah lain dari Artificial Intelligence, yaitu Augmented Intelligence? Perlu diingat bahwa Artificial Intelligence dan Augmented Intelligence bukanlah kedua teknologi yang berbeda, hanya saja “maksud” dan “tujuan” nya yang berbeda.

Augmented Intelligence adalah konsep lain dari Artificial Intelligence (AI) yang berfokus pada peran dan fungsi teknologi. Istilah Augmented Intelligence menekankan fungsi asli dari teknologi, yaitu teknologi dirancang untuk meningkatkan kecerdasan manusia bukan untuk menggantikannya. Pilihan kata augmented, yang berarti “meningkatkan,” dalam bahasa indonesia, berarti memperkuat dan meningkatkan peran kecerdasan manusia ketika menggunakan machine learning dan algoritma untuk memecahkan masalah.

Saat anda bertujuan untuk membuat sistem bekerja secara cerdas melebihi kemampuan manusia, itu lebih erat kaitannya dengan Artificial Intelligence, sedangkan Augmented Intelligence bertujuan untuk membuat kinerja manusia lebih baik. Sehingga hasilnya lebih maksimal karena mengkombinasikan antara kemampuan manusia dan kemajuan teknologi.

Kini, perspektif para ahli teknologi tentang konsep “AI” yang selama ini diartikan sebagai teknologi yang tujuannya mereplikasi dan melampaui kecerdasan manusia, perlahan mulai bertansformasi. Konsep “Augmented Intelligence” dirasa lebih mewakili fungsi dari adanya teknologi canggih pada era modern, karena sistemnya akan meningkatkan dan menambah kemampuan dan kecerdasan manusia, bukan untuk menggantikannya.

Informasi lebih lanjut:

marketing@phintraco.com

Permudah Perjalanan Transformasi Digital Bersama Phintraco Technology

By | 2019-08-26T03:13:10+00:00 August 15th, 2019|Categories: Events|Tags: , , , , , , , |

Phintraco Technology, yang saat ini merupakan Platinum Partner dari Dell Technologies, menggelar acara yang bertajuk “Simplify Your Journey to Digital Transformation” di The Westin Hotel Jakarta, Indonesia pada hari Rabu, 14 Agustus 2019. Acara ini dihadiri oleh IT professional dari berbagai industri.

Acara ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada setiap organisasi tentang strategi yang tepat untuk menuju transformasi digital dalam bisnis mereka, salah satunya adalah dengan memanfaatkan teknologi yang mumpuni.

Dalam sesi pertama, Bapak Albert Lay, selaku Channel Data Center & Solutions Dell Technologies, menyebutkan bahwa masih banyak organisasi yang masih dalam tahap proses menerapkan transformasi digital dalam bisnis mereka. Banyak organisasi yang belum mampu bersaing di dunia hyper digital seperti saat ini.

Singkatnya, “Simplify Your Journey to Digital Transformation” ini membahas perjalanan menuju transformasi digital, mulai dari penggunaan On Premise yang bertransisi ke Multi-Cloud. “Organisasi memerlukan solusi yang dapat mendukung bisnis menjadi lebih baik, salah satunya dengan menerapkan strategi Multi-Cloud.” Ujar Bapak Trigantoro Bram, selaku Business Solution Architect Dell Technologies, di sesi ke 2 acara.

Multi-cloud adalah strategi di mana organisasi memanfaatkan dua atau lebih platform cloud computing untuk melakukan berbagai tugas. Organisasi yang tidak ingin bergantung pada satu cloud dapat menggunakan strategi ini untuk mendapatkan hasil terbaik dari setiap layanan yang mereka miliki.

Dalam sesi terakhir, Bapak Ryan Renaldy, selaku Country Business Lead OEM and IoT Solutions Dell Technologies, mempresentasikan sejumlah solusi yang dimiliki Dell Technologies yang dapat meningkatkan layanan bisnis di era transformasi digital. Seperti penggunaan IoT, Edge Computing, dan Artificial Intelligence (AI).

Dari sesi terakhir, diketahui bahwa Dell Technologies memiliki solusi Edge yang berguna untuk mengambil atau memasukan input berdasarkan keadaan, Edge akan mentransfer data yang dapat dibaca oleh Cloud yang berguna untuk analisa yang dijadikan learning parameters.

Multi-Cloud, IoT, Edge Computing dan AI adalah solusi yang saling berkesinambungan untuk mempermudah transformasi digital pada bisnis.

Dengan diselenggarakannya acara ini, diharapkan organisasi dapat mengetahui bahwa Phintraco Technology berkomitmen untuk mendukung seluruh organisasi di Indonesia untuk mempermudah perjalanan transformasi digital. Phintraco Technology akan mempermudah perjalanan transformasi digital pada bisnis secara nyata dengan solusi yang dimiliki Dell Technologies.

Gunakan AI di Contact Center untuk Menciptakan Customer Engagement yang Lebih Baik

By | 2018-03-05T04:00:48+00:00 March 5th, 2018|Categories: Blog|Tags: , , , , , , |

Avaya yang merupakan produk dari Phintraco Technology, anak perusahaan Phintraco Group, baru saja mengumumkan solusi nya bernama Avaya Ava. Solusi cloud Artificial Intelligence (AI) ini mendukung pelanggan Anda yang menggunakan media sosial, chat, dan messaging channels.

Untuk mengatasi preferensi komunikasi pelanggan Anda, Ava berinteraksi dengan platform sosial dan messaging. Ava juga mengotomatisasi interaksi digital melalui chat bot dan Natural Language Processing (NLP) dengan analisis sentimen dalam 34 bahasa! Ava pun memberikan konteks interaksi yang lengkap, kepada agent kapan dan jika dibutuhkan.

Mengapa Avaya Ava

Ada lebih dari lima miliar pengguna perangkat seluler di seluruh dunia, mengirimkan 22 miliar pesan teks dan lebih dari 60 miliar pesan jaringan sosial per hari. Hal ini membuat kita tidak heran bahwa banyak orang-orang yang lebih suka terlibat dengan organisasi melalui saluran digital seperti media sosial, mobile applications dan web chat.

Banyak juga cerita bahwa orang tua atau orang-orang yang memiliki umur di atas 55 tahun lebih menyukai teks daripada berbicara. Pertanyaan sebenarnya adalah bagaimana Anda melayani pelanggan Anda yang sering menggunakan perangkat seluler tersebut? Jawabannya adalah: mulailah dengan AI.

Mengapa AI? Mengapa dimulai dari sana? Karena AI menghilangkan kebutuhan akan interaksi manusia dengan menambahkan intelligent automation? Atau mungkin itu adalah kemampuan untuk mengurangi siloed experiences? Betul sekali, namun tidak sepenuhnya.

AI memiliki potensi signifikan untuk membantu mendorong pendapatan, mengurangi biaya dan meningkatkan Customer Satisfaction Score (CSAT). Berikut adalah beberapa kebutuhan akan solusi AI yang benar-benar berharga yang berpotensi menghasilkan hasil bisnis yang Anda perlukan.

  1. Natural Language Processing (NLP) untuk memahami bahasa tulisan.
  2. Machine Learning yang “mengamati” interaksi manusia yang belajar memberikan respon otomatis yang relevan dan bermakna.
  3. Sentiment Analysis untuk menilai emosi atau sikap pelanggan, baik positif maupun negatif.
  4. Chat bot untuk layanan otomatis real-time yang memanfaatkan kemampuan yang disebutkan di atas agar efektif.

Semoga dengan solusi yang diberikan oleh Avaya ini dapat membantu bisnis Anda untuk menciptakan Customer Engagement yang lebih baik lagi.

GET THE LATEST INFO FROM US