Blog

/Blog

DevOps – Pivotal: Pola Pikir yang Kolaboratif untuk Pengiriman Aplikasi yang Cepat dan Dapat Diandalkan

By | 2018-10-10T07:53:40+00:00 October 10th, 2018|Categories: Blog|Tags: , , , |

Dari pembahasan sebelumnya kita sudah membicarakan mengenai Data Science oleh Pivotal. Saat ini kita akan membahas mengenai apa itu DevOps. DevOps merupakan cara kerja yang berfokus pada pengiriman aplikasi yang berkualitas secara teratur yang dapat memenuhi kebutuhan bisnis.

Pentingnya DevOps

Faster time to market

Di dunia saat ini, software memainkan peranan yang penting dalam membantu bisnis mempelajari apa yang dibutuhkan oleh pelanggan mereka. Praktik DevOps yang matang dapat menghindari miskomunikasi dan penundaan (delays), dan membuat tim menjadi lebih mudah dalam mengirimkan software.

Dengan DevOps dan cloud, vice president dari inovasi teknologi Allstate’s Doug Safford (Pivotal customers), mengatakan “Developer biasanya menghabiskan hanya 20% waktu pengkodeannya dan sekarang mendekati 90%”.

Comcast (Pivotal customers) pun telah melihat peningkatan sebesar 50% dalam kecepatan developer, sebesar 90% pengurangan dalam technical debt, sebesar 50% dalam reported incidents, dan sebesar 75% atas berkurangnya server farms.

Lower risk and smoother deployments

Praktik DevOps terdiri dari budaya kolaboratif dan otomatisasi untuk packaging, deployment, monitoring, dan updates untuk produksi. Digabungkan dengan continuous learning, tim DevOps dapat mengidentifikasi dan menghilangkan roadblocks dan membangun proses rilis yang lebih kuat, efisien, dapat diulang, dan matang.

Hal ini memungkinkan penyebaran pada software dapat dilakukan tanpa masalah.

Faster recoveries

Ketika kode tidak rusak dalam produksi atau menyebabkan downtime, praktik DevOps siap untuk mendiagnosis dan memulihkannya. Dengan otomatisasi dan pemantauan yang signifikan yang memberdayakan sebagian besar proses rilis dan manajemen.

Tim DevOps dapat dengan cepat berkolaborasi untuk melacak dan menentukan sumber kegagalan, dan rollback changes atau perbaikan masalah. Faktanya, di tahun 2016 berdasarkan laporan dari DevOps menunjukkan bahwa respon yang cepat dan terstruktur untuk masalah produksi yang tak terduga menghasilkan waktu yang lebih cepat.

Waktu yang lebih cepat tersebut sebesar 24x untuk pemulihan di organisasi yang mempraktekkan DevOps serta 3x tingkat kegagalan perubahan yang lebih rendah.

Higher customer satisfaction and better product-market fit

Releasing features atau bug fixes dengan cepat dan andal tidak hanya mengarah pada respons yang lebih tinggi dan kepuasan pelanggan, tetapi juga untuk umpan balik yang cepat dan identifikasi lebih cepat dari kemampuan yang paling disukai pelanggan.

Praktik DevOps terletak di jantung pengiriman terus menerus dan waktu siklus yang cepat. Tanpa kolaborasi yang terus menerus dan ketat antara developer, operator IT, dan pemangku kepentingan bisnis, pengiriman fungsionalitas yang bermanfaat secara konsisten, dengan laju yang cepat, tidak akan mungkin terjadi.

Source:

https://pivotal.io/devops

Info lebih lanjut: www.phintraco.com www.phintracotech.com  | marketing@phintraco.com

Data Science oleh Pivotal: Pendekatan Berbasis Data untuk Bisnis Anda

By | 2018-10-10T07:39:35+00:00 October 10th, 2018|Categories: Blog|Tags: , , |

Data science tidak hanya menyediakan wawasan (insight). Dengan menerapkan model yang tepat ke data yang tepat, data science memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi pola (patterns) dalam volume yang data yang besar untuk diprediksi dan pada akhirnya akan mempengaruhi hasil bisnis.

Dengan kata lain, data science memberi perusahaan pandangan ke depan yang diperlukan untuk melayani pelanggan dengan lebih baik, mengembangkan produk yang lebih menarik, dan mendorong efisiensi operasional.

Pengertian dari Data Science

Data science mengacu pada proses pengungkapan pola dan insight yang tersembunyi dalam volume data yang besar, dari data yang berantakan menggunakan teknik seperti machine learning, data mining, predictive analytics, deep learning, dan cognitive computing.

Berbeda dengan traditional business intelligence dan pendekatan terkait, data science tidak terbatas pada data terstruktur, tidak memerlukan data untuk disusun ke dalam baris dan tabel yang rapi, dan tidak terbatas pada kumpulan data yang kecil.

Teknik data science dapat diterapkan dalam skala volume yang besar dari data semi-terstruktur dan tidak terstruktur seperti text-based data, machine data, sensor data, dan social media data.

Apakah pentingnya Data Science bagi Bisnis?

1. Unlock the value of data

Dengan menerapkan Data Science dapat membuka nilai data dengan mengungkap insights yang dapat ditindaklanjuti.

2. Be predictive and proactive

Data Science memungkinkan perusahaan untuk bersikap proaktif dan mengambil tindakan untuk mengoptimalkan hasil.

3. Continuous learning

Karena data science yang digerakkan oleh ilmu pengetahuan dimasukkan ke dalam tindakan, hasil dari tindakan tersebut dimasukkan kembali ke dalam sistem model prediktif dan algoritma. Hasilnya adalah sistem self-learning yang terus meningkat.

4. Data science applies to all industries

Data science digunakan di hampir semua industri. Seorang petani pun menggunakan data science untuk menentukan waktu terbaik dalam menanam tanaman. Seorang pengecer (retailers) menggunakan data science untuk melakukan penawaran kepada pelanggan. Hingga layanan keuangan dan asuransi pun menggunakan Data Science.

Aksi Pivotal dan Pelanggan dalam Menggunakan Data Science

1. Mendeteksi penipuan

Menerapkan model prediktif ke real-time transaction data untuk mengidentifikasi dan menghentikan aktivitas penipuan apapun.

2. Segmentasi pelanggan

Mengembangkan segmentasi pelanggan berdasarkan analisis data perilaku, transaksional, sosial dan lainnya.

3. Customer churn

Identifikasi pola yang menunjukkan pelanggan yang cenderung meninggalkan produk atau layanan dan mengambil langkah untuk menghentikannya.

4. Predictive maintenance

Memprediksi kemungkinan kegagalan bagian di dalam mobil, peralatan industri dan mesin lain sehingga tindakan pencegahan dapat diambil.

5. Sentiment analysis

Menganalisa text-based data seperti konten email dan pembaruan media sosial untuk mengumpulkan sentimen pengguna dan pelanggan.

6. Cybersecurity

Mengenali kemungkinan serangan yang berbahaya dan ancaman online lainnya ke IT dan jaringan lainnya dan ambil tindakan pencegahan.

7. Recommendation engine

Sarankan produk, layanan dan action items yang ditargetkan kepada pengguna berdasarkan analisis perilaku pembelian sebelumnya dan data lainnya.

8. Demand forecasting

Prakiraan permintaan untuk produk dan suku cadang terlebih dahulu untuk mempertahankan tingkat persediaan yang optimal.

Source:

https://pivotal.io/data-science

Info lebih lanjut: www.phintraco.com www.phintracotech.com  | marketing@phintraco.com

Containers Pivotal: Memungkinkan Penyebaran dan Eksekusi yang Konsisten

By | 2018-10-03T09:07:16+00:00 October 3rd, 2018|Categories: Blog|Tags: , , |

Containers oleh Pivotal ini sangat populer dikenal baik dengan developer dan operator. Karena containers menawarkan cara yang lebih sederhana untuk mencapai penyebaran (deployment) dan eksekusi yang konsisten. Containers juga dapat membantu meningkatkan tim handoffs development dan operations (DevOps).

Apa itu Containers?

Containers adalah wadah yang dijalankan di sebuah mesin, yang secara sederhana adalah sebuah proses pada host operating system seperti yang lain. Lalu apa yang membuat containers menjadi begitu populer? Yaitu prosesnya yang terisolasi dan dibatasi.

Mengapa Containers Penting bagi Bisnis?

1. Deployment consistency reduces time to market

Menggunakan containers dapat meningkatkan konsistensi dan kecepatan dalam mendorong aplikasi baru dan update ke dalam produksi.

2. Execution consistency improves quality

Karena kode dan proses dikemas agar sesuai dengan rilis dan proses manajemen, tim dapat meningkatkan kualitas rilis, dan dengan demikian dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.

3. Easier developer-to-operator handoff speeds delivery

Tanpa harus menyesuaikan setiap pengiriman, staf developer dan operations (DevOps) mempunyai waktu lebih banyak untuk dapat fokus kepada mengembangkan aplikasi business-critical dan memastikan pengiriman aplikasi yang kuat.

Containers di Pivotal

Proyek dari Cloud Foundry (core product dari Pivotal) telah bekerja dengan container sejak tahun 2011. Dimana baru-baru ini Pivotal meluncurkan Pivotal Container Service (PKS), yang memungkinkan perusahaan untuk menerapkan dan menjalankan beban kerja di seluruh cloud pribadi dan publik secara andal.

Platform yang Lengkap untuk Penyebaran Container

Cloud Foundry’s elastic runtime adalah solusi yang terbukti untuk container orchestration, pada penskalaan hari ini hingga hampir 250.000 container dalam satu cluster. Pivotal Cloud Foundry (PCF) adalah platform lengkap yang mengambil muatan dari developer.

Baik sebagai artefak yang dikompilasi seperti .jar dan .war files, atau sebagai gambar container yang dibuat sebelumnya. Selain itu juga menyediakan sistem lengkap untuk menjadwalkan dan menjalankan muatan ini.

PCF menyediakan semua layanan bantu pada platform (misalnya, load balancing, high availability, penskalaan otomatis, dan unified logging). Developer dapat menyebarkan (dan memindahkan) aplikasinya secara manual menggunakan cf push command.

Semakin banyak, tim ingin mengotomatiskan proses ini dengan continuous integration/continuous delivery (CI/CD) yang berkesinambungan.

Source:

https://pivotal.io/containers

Info lebih lanjut: www.phintraco.com www.phintracotech.com  | marketing@phintraco.com

Cloud-Native Security oleh Pivotal: Mengurangi Risiko di dalam Perusahaan

By | 2018-10-03T08:10:14+00:00 October 3rd, 2018|Categories: Blog|Tags: , , , , |

Setelah memahami apa itu Cloud-Native Applications saatnya kita membahas mengenai Cloud-Native Security. Apa yang dimaksud dengan Cloud-Native Security? Keamanan perusahaan yang efektif adalah cloud-native security. Ada tiga (3) prinsip dari cloud-native security, yaitu:

1. Repair

Memperbaiki software yang rentan sesegera mungkin setelah update telah tersedia.

2. Repave

Melakukan repave pada server dan aplikasi secara rutin.

3. Rotate

Melakukan rotate pada user credentials secara rutin, sehingga hanya berguna untuk jangka waktu yang singkat.

Tiga (3) prinsip di atas dikenal sebagai 3 “R’s” dari keamanan: repair, repave, dan rotate.

Mengapa Cloud-Native Security itu Penting?

1. Data center security is broken

Tradisi keamanan di perusahaan saat ini menjadi melambat. Jawaban atas semua permintaan hampir selalu mengalami penolakan. Perubahan apa pun ditolak karena pertanda dari adanya potensi ancaman.

Bandingkan pendekatan ini dengan application development dan operation. Dimana kelompok-kelompok ini bekerja bersama dalam cara yang baru (secara luas dijuluki sebagai “DevOps”) untuk menyampaikan kode baru secara lebih cepat.

Ancaman yang konstan, lebih canggih, dan terus berkembang membutuhkan tim keamanan untuk memikirkan kembali pendekatan mereka di cloud-native era.

2. Threats are evolving faster than ever

Malware dan advanced persistent terus berkembang. Program berbahaya dapat dibuat dan disebarkan. Ratusan ancaman baru berusaha menembus sistem di perusahaan setiap hari. Tindakan traditional security tidak dapat berkembang dengan cepat.

Sedangkan pendekatan cloud-native menawarkan baik eksternal perimeter, dan perlindungan sistem internal.

3. Mitigating credential leakage is possible

Faktanya adalah kredensial akan selalu dibocorkan, tetapi sistem administrator tidak akan duduk diam dan membiarkannya terjadi. Mereka dapat merubah jangka hidup untuk kredensial dari minggu atau bulan yang memberi banyak waktu kepada peretas untuk meneruskan kerentanan hingga berjam-jam atau hanya 15 menit.

Pendekatan cloud-native security membantu memastikan kredensial yang bocor tersebut secara cepat dapat menjadi tidak berharga (worthless).

Perbedaan Antara Cloud-Native Security dengan Traditional Enterprise Security

Jika dibandingkan dengan traditional enterprise security, berikut adalah beberapa hal yang harus Anda pahami:

Cloud-native security

  1. Automated. Threat mitigation terjadi ketika sistem dapat dengan cepat diperbarui (updated). Otomatisasi dan adopsi dari infrastruktur yang tidak berubah membantu menghilangkan sistem dengan konfigurasi keamanan yang unik.
  2. Proactive. Malware berkembang pada software yang rentan dan statis, sistem yang tidak berubah. Prioritasnya adalah secara agresif mengubah keadaan sistem, menghilangkan kondisi yang dibutuhkan malware untuk bertahan hidup.
  3. Patched via clean-slate redeployment. Patch diterapkan segera setelah sudah tersedia. New “golden” images dengan bit terbaru diterapkan di seluruh data center menggunakan otomatisasi dan konsep infrastruktur yang tidak berubah.
  4. Promoting change. Organisasi percaya bahwa dengan adanya perubahan sistem yang lebih cepat, semakin sulit bagi malware untuk berkembang.

Traditional Enterprise Security

  1. Monitored and instrumented. Karena organisasi percaya bahwa perubahan sistem adalah tanda dari malware, investasi besar-besaran dibuat untuk mendeteksi perubahan data center.
  2. Reactive. Mendeteksi ancaman dengan cepat menjadi sebuah prioritas. Langkah-langkah untuk mengurangi ancaman kemudian diambil setelah kerentanan telah diidentifikasi.
  3. Patched incrementally. Patch diterapkan secara bertahap ke sistem, karena masing-masing disetujui oleh tim internal.
  4. Resisting change. Organisasi percaya semakin lambat langkah perubahan, semakin aman perusahaan tersebut.

Cloud-Native Security and Pivotal

Inilah cara Pivotal membantu organisasi menggunakan model 3 R:

Dengan Pivotal Operations Manager, perusahaan dapat melakukan repave di setiap mesin virtual (VM) di data center mereka dari keadaan baik yang diketahui setiap beberapa jam tanpa aplikasi yang mengalami downtime. Mereka dapat menyebarkan aplikasi dari alat integrasi berkesinambungan seperti Concourse, dan application containers pun juga akan melakukan repave setiap beberapa jam.

Organisasi dapat melakukan repair pada operating systems (OSs) yang rentan dan tumpukan aplikasi secara konsisten dalam beberapa jam dari ketersediaan patch. Pivotal merujuk pada ini sebagai “stemcell”, dan Pivotal memperbarui stemcell dengan patch OS terbaru untuk customer dari Pivotal Cloud Foundry (PCF).

Perusahaan harus dapat dengan mudah melakukan rotate pada system credentials setiap beberapa menit atau jam. Hal ini dikarenakan sistem modern dapat berisi puluhan individu credentials. Sekarang pelanggan Pivotal dapat menggunakan identity management systems dengan multi-factor authentication untuk membantu melindungi sistem saat staf bekerja pada automated credential management.

Bagaimana menurut Anda mengenai Cloud-native applications & Cloud-native security? Sangat membantu bisnis Anda, bukan?

Source:

https://pivotal.io/cloud-native-security

Info lebih lanjut: www.phintraco.com www.phintracotech.com  | marketing@phintraco.com

Cloud-Native Applications oleh Pivotal: Cepat, Mengurangi Risiko dan Mengembangkan Bisnis Anda

By | 2018-09-26T08:48:18+00:00 September 21st, 2018|Categories: Blog|Tags: , , |

Melalui artikel berjudul CI/CD: Software yang Selalu Siap untuk Diproduksi oleh Pivotal, kami sudah membahas mengenai apa itu CI/CD, pentingnya CI/CD dan perbandingannya dengan traditional development. Saat ini, pembahasan kita akan berlanjut ke bagian lainnya, yaitu Cloud-Native Applications.

Cloud-Native adalah pendekatan untuk membangun dan menjalankan aplikasi yang memanfaatkan keuntungan dari cloud computing delivery model. Cloud-native juga dikenal dengan bagaimana aplikasi dapat dibuat dan disebarkan.

Ketika perusahaan membangun dan mengoperasikan aplikasi dalam mode cloud-native, mereka senantiasa membawa ide-ide baru ke pasar dan merespon lebih cepat terhadap permintaan pelanggan.

Organisasi pun memerlukan platform untuk membuat dan mengoperasikan aplikasi dan layanan cloud-native yang mengotomatiskan dan mengintegrasikan konsep DevOps, continuous delivery, microservices, dan containers:

DevOps

DevOps merupakan kolaborasi antara software developers dan IT operations dengan tujuan terus-menerus memberikan software yang berkualitas tinggi yang mampu memecahkan tantangan yang dihadapi oleh pelanggan.

DevOps memiliki potensi untuk menciptakan budaya dan lingkungan di mana membangun, menguji, dan merilis software secara cepat, sering, dan lebih konsisten.

Continuous Delivery

Continuous Delivery, diaktifkan oleh praktik pengembangan produk Agile, yaitu tentang pengiriman sejumlah software ke produksi secara konstan, melalui otomatisasi.

Microservices

Microservices adalah pendekatan arsitektur untuk mengembangkan aplikasi sebagai kumpulan layanan yang kecil; setiap layanan mengimplementasikan kemampuan bisnis, berjalan dalam prosesnya sendiri dan berkomunikasi melalui HTTP APIs atau messaging.

Containers

Containers menawarkan efisiensi dan kecepatan dibandingan dengan standard virtual machines (VMs). Menggunakan operating system (OS)-level virtualization, OS tunggal secara dinamis dibagi antara satu atau beberapa kontainer yang terisolasi.

Masing-masing dengan sistem file yang dapat ditulis dan kuota sumber daya yang unik.

Mengapa Cloud-Native Applications Penting

Ada beberapa poin yang menunjukkan bahwa Cloud-Native Applications ini penting bagi bisnis:

1. Cloud sebagai keunggulan yang kompetitif

Cloud-native berarti mengalihkan sasaran cloud dari penghematan biaya IT ke mesin pertumbuhan bisnis. Bisnis yang dapat membangun dan mengirimkan aplikasi dengan cepat tanggap terhadap kebutuhan pelanggan senantiasa dapat membangun kesuksesan dalam jangka waktu yang lama.

2. Memungkinkan tim untuk fokus pada ketahanan (resilience)

Ketika legacy infrastructure gagal, layanan juga dapat menderita. Namun di dunia cloud-native ini, tim fokus khusus pada arsitek untuk ketahanan.

3. Mendapatkan fleksibilitas yang lebih besar

Penyedia public cloud terus menawarkan layanan yang mengesankan dengan biaya yang wajar. Tetapi sebagian besar perusahaan tidak siap untuk hanya memilih satu infrastruktur saja.

Dengan platform yang mendukung pendekatan cloud-native, perusahaan membangun aplikasi yang dapat berjalan baik di cloud (publik maupun pribadi) tanpa adanya modifikasi.

4. Sejajarkan operasi dengan keseluruhan bisnis

Dengan mengotomatisasi operasi IT, perusahaan dapat berubah menjadi tim yang terfokus dengan mendorong prioritas bisnis. Mereka menghilangkan risiko kegagalan karena adanya kesalahan manusia. Dimana staf fokus pada perbaikan otomatis untuk menggantikan tugas admin yang rutin.

Source:

https://pivotal.io/cloud-native

Info lebih lanjut: www.phintraco.com www.phintraco-tech.com  | marketing@phintraco.com

CI/CD: Software yang Selalu Siap untuk Diproduksi oleh Pivotal

By | 2018-09-26T08:44:17+00:00 September 21st, 2018|Categories: Blog|Tags: , , , , |

Setelah memahami Apa itu Pivotal dan Perannya terhadap Pengembangan Software, saatnya kita mengetahui bagian-bagian penting apa saja yang ada di dalam Pivotal. Hal tersebut meliputi; CI/CD, Cloud-Native, Cloud-Native Security, Containers, Data Science, DevOps, Digital Transformation, Internet of Things (IoT), Microservices, dan Smart Applications.

Pertama-tama mari kita simak pembahasan mengenai CI/CD.

CI/CD: Software That’s Always Ready for Production

Continuous Integration (CI) dan Continuous Delivery (CD) menggunakan otomatisasi untuk memastikan bahwa kode aplikasi baru selalu diuji, aman, dan siap digunakan sehingga tim dapat mengirimkan ke bagian produksi tepat pada waktunya.

CI adalah proses pengujian dan pembuatan software secara otomatis setelah kode aplikasi yang baru terintegrasi ke dalam repository (tempat penyimpanan) bersama. Sedangkan CD adalah proses penyampaian aplikasi yang dibuat dalam proses CI ke bagian lingkungan produksi, yang dimasukkan melalui automated test.

Automated test memastikan fungsi aplikasi tersebut dapat sesuai dengan yang diharapkan ketika didorong ke lingkungan produksi hingga ke tangan pengguna yang sebenarnya (real users).

Mengapa CI/CD Penting

Ada beberapa poin yang menunjukkan bahwa CI/CD penting bagi perusahaan, yaitu:

  1. CI/CD dapat menyebarkan software sesuai dengan permintaan berdasarkan persyaratan bisnis.
  2. CI/CD dapat mengurangi risiko software yang tidak berfungsi dengan baik dalam produksi.
  3. CI/CD dapat membuat rapid iteration berdasarkan feedback pelanggan yang nyata.
  4. CI/CD dapat pulih lebih cepat ketika terjadi kegagalan.

Perbedaan yang Besar Antara CI/CD dengan Traditional Development

Jika dibandingkan dengan traditional development, berikut adalah beberapa hal yang harus Anda dipahami:

CI/CD

  • Software dikembangkan secara iteratively (berulang) dalam sebuah potongan kecil berdasarkan feedback pengguna (user) yang sering.
  • Tes ditulis selama dan diterapkan di seluruh proses development untuk memastikan kode aplikasi yang berkualitas.
  • Security patches dan perbaikan pada bug (bug fixes) cepat digunakan melalui otomatisasi.
  • Kode aplikasi yang baru sering diintegrasikan dengan basis kode yang ada dan diuji untuk memastikan software selalu siap digunakan untuk produksi.

Traditional Development

  • Software dikembangkan dalam unit yang besar dan kompleks dengan feedback pengguna yang kurang tepat waktu.
  • Software diserahkan kepada tim QA untuk dilakukan pengujian setelah proses development
  • Security patches dan perbaikan pada bug (bug fixes) dikirimkan dalam jumlah besar pada interval yang tidak teratur (irregular intervals), atau segera melalui manual exception processes.
  • Kode aplikasi yang baru jarang terintegrasi dengan software, dan biasanya hanya sebelum penyebaran yang terjadi di jendela rilis yang telah ditentukan.

Semoga informasi ini berguna bagi Anda dan perusahaan Anda.

Source:

https://pivotal.io/cicd

Info lebih lanjut: www.phintraco.com www.phintraco-tech.com  | marketing@phintraco.com

Apa itu Hyper Converged dan Manfaatnya Bagi Bisnis

By | 2018-08-23T01:56:56+00:00 August 23rd, 2018|Categories: Blog|Tags: , , , |

Hyper-converged infrastructure (HCI) merupakan infrastruktur IT yang didefinisikan sebagai software yang memvirtualisasi semua elemen sistem hardware konvensional. HCI tersebut mencakup virtualized computing (hypervisor), virtualised SAN (software-defined storage) dan virtualized networking (software-defined networking).

Dengan menggunakan HCI, perusahaan Anda dapat dengan mudah menghadapi sejumlah data center menjadi single appliance. Lantas apakah sebenarnya manfaat utama dari HCI ini?

Mari kita simak lima (5) manfaat dari HCI yang menggabungkan antara komputasi (compute), penyimpanan (storage), dan jaringan (networking) menjadi satu solusi tervirtualisasi yang mudah digunakan.

Manfaat Hyper-Converged

  1. Lower Costs

Biaya bukanlah satu-satunya pertimbangan saat ingin merancang solusi IT Anda, namun hal tersebut juga sangat penting untuk Anda perhatikan. Data center tercepat di dunia sekalipun tidak terlalu berguna jika Anda harus menghabiskan seluruh profit margin pada lisensi software dan karyawan spesialis Anda.

HCI menggunakan model ekonomi yang mirip dengan public cloud providers, yang dapat menghindari biaya di muka (up-front costs) dan pembelian infrastruktur yang besar di setiap tahunnya.

Selain itu sistem hyper-converged memiliki biaya masuk (cost entry) yang rendah dan total biaya kepemilikan (cost of ownership) yang lebih rendah dibandingkan dengan sistem terintegrasi maupun legacy infrastructure.

  1. Flexibility and scale

Karena hyperconvergence didasarkan pada software, dapat memberikan tingkat fleksibilitas dan kelincahan untuk bisnis ketika dibandingkan dengan legacy infrastructure. Selain itu untuk ekspansi kapasitas dan pengembangan data center dapat jauh lebih mudah dan simple jika dibandingkan dengan legacy infrastructure.

  1. Workload consolidation

Sistem hyper-converged menyatukan core storage, jaringan dan fungsi komputasi menjadi satu solusi yang sangat tervirtualisasi.

Menurut survei dari Enterprise Strategy Group, kemampuan untuk mengkonsolidasikan berbagai fungsi IT seperti backup, deduplication dan optimisasi WAN ke dalam platform yang sama adalah alasan yang paling menarik untuk menggunakan infrastruktur hyper-converged ini.

  1. Data protection

HCI juga bermanfaat dalam hal efisiensi dan penyimpanan data. Snapshotting, data deduplication dan fitur perlindungan data lainnya yang sering dibangun, membuat upaya pemulihan dari bencana menjadi jauh lebih mudah.

Software-defined nature dari HCI juga mengartikan bahwa organisasi dapat menggunakan penyimpanan public cloud sebagai target untuk melakukan backups.

  1. Automated Infrastructure

Banyak legacy IT infrastructure yang sangat bervariasi dan rumit sehingga otomatisasi tidak mungkin dilakukan. Namun HCI dapat digunakan pada prinsip software-defined data centre (SDDC), dimana segala sesuatu termasuk storage, servers dan supporting services divirtualisasikan.

Ini berarti bahwa otomatisasi dari routine operations (seperti penjadwalan) dapat dicapai ketika centralised management tools diimplementasikan.

Source:

https://en.wikipedia.org/wiki/Hyper-converged_infrastructure

http://www.hyperconverged.org/10-things-hyperconvergence-can-do/

http://www.itpro.co.uk/data-centres/30952/five-business-benefits-of-hyperconvergence

Apa itu Pivotal dan Perannya terhadap Pengembangan Software

By | 2018-07-24T06:46:17+00:00 July 9th, 2018|Categories: Blog|Tags: , , , , |

Pivotal Software, Inc (Pivotal) merupakan perusahaan perangkat lunak (software) dan layanan yang berbasis di San Fransisco dan Palo Alto, California, dengan beberapa kantor lainnya. Divisi nya termasuk Pivotal Labs (layanan konsultasi), Pivotal Cloud Foundry, Pivotal Big Data Suite.

Phintraco Group sebagai partner dari Pivotal untuk Indonesia hadir dalam membantu Anda membangun dan mengembangkan software di perusahaan dengan teknologi yang lebih cepat dan siap dalam menghadapi dunia digital saat ini.

Tentang Pivotal

Memberikan Pengalaman Pengguna yang Luar Biasa.

Perusahaan yang paling stabil di dunia pun dijalankan di Pivotal. Hasilnya bersifat transformasional. Melalui penerapan dari platform, tools, dan metodologi dari Pivotal, perusahaan-perusahaan ini telah mengeluarkan inovasi dan mengurangi time-to-market, dan mempertahankan portofolio aplikasi mereka yang sudah ada.

Dimana hasil yang didapatkan mencakup industri, termasuk otomotif, jasa keuangan, industri, media, ritel, pemerintah, teknologi dan telekomunikasi.

Membangun Software yang Penting.

Platform Cloud-native yang dimiliki oleh Pivotal, Pivotal Cloud Foundry, memungkinkan developers untuk menghabiskan lebih banyak waktu untuk menulis kode, dan operator untuk meningkatkan keamanan dan waktu operasional. Bersama-sama, tim ini akan memberikan nilai bisnis yang lebih besar dengan biaya yang lebih rendah.

Modernisasi pembangunan.

Karena bisnis bergantung pada perangkat lunak untuk terlibat dengan pelanggan, inovasi dan kecepatan menjadi inti dalam memberikan nilai. Namun Anda terhambat oleh teknologi kuno dan hal lain-lainnya.

Pelanggan Pivotal menggunakan PCF bersama dengan Pivotal Labs, penawaran layanan strategis yang dimiliki Pivotal, untuk mengadopsi praktik pengembangan generasi berikutnya, memberikan aplikasi baru, dan memodernisasi aplikasi yang sudah ada.

Mempekerjakan yang Terbaik.

Pivotal tidak hanya dapat membantu perusahaan dalam membangun perangkat lunak (software), namun Pivotal juga membantu perusahaan dalam mempersiapkan diri untuk dekade berikutnya.

Bagi Pivotal, demi mencapai tujuan tersebut tentunya membutuhkan orang-orang yang berbagi nilai seperti: Melakukan hal yang benar. Melakukan apa yang berhasil. Selalu baik.

Source:

https://pivotal.io/about

Keuntungan dan Tantangan Hosting Virtual Machine

By | 2018-07-04T03:47:42+00:00 July 4th, 2018|Categories: Blog|Tags: , , , , |

Dengan virtualisasi dan cloud computing menjadikan perusahaan mendapatkan manfaat dari kinerja yang tinggi tanpa mengeluarkan biaya yang biasa dikeluarkan menggunakan hardware sendiri. Mesin virtual (virtual machine) sangat ideal bagi usaha kecil hingga menengah yang membutuhkan layanan yang dapat diandalkan dengan biaya yang rendah.

Namun sebagaimana menggunakan server fisik, ada sejumlah keuntungan dan tantangannya tersendiri pada saat melakukan hosting virtual machine. Jika Anda bertanya-tanya apakah lingkungan hosting virtual adalah pilihan yang tepat atau tidak untuk Anda, mari simak poin penting berikut ini:

Keuntungan dari Hosting Virtual Machine

a. Familiar Interfaces

Lingkungan virtual dibangun untuk menyerupai lingkungan hardware fisik, Anda tidak pernah tahu bahwa Anda bekerja pada mesin virtual. Mesin virtual yang dimaksud termasuk virtual NIC’s,  virtual switches dan lain-lain.

Selain dapat memindahkan server secara fisik, Anda akan mendapatkan pengalaman dan kinerja yang serupa di jaringan virtual sebagaimana pada server fisik.

b. High Availability

Dengan mendistribusikan beban melalui mesin virtual, virtual host dapat memastikan ketersediaan aplikasi dan data yang tinggi. Bahkan jika satu server gagal, mesin virtual lain dapat menggantikan dengan downtime atau data loss yang sangat sedikit.

c. Scalability

Mesin virtualisasi memungkinkan skalabilitas sesuai dengan kebutuhan tanpa menambahkan sumber daya fisik, dan dapat dikembangkan jauh lebih mudah daripada menggunakan mesin fisik (physical machine).

d. Backup with Fast Recovery

Virtualisasi dan cloud computing menawarkan solusi powerful untuk backup dan pemulihan data (recovery). Bahkan jika hardware rusak, mesin virtual dapat secara instan dan akurat migrasi data ke hardware yang bekerja dengan sedikit waktu yang hilang atau tanpa downtime.

e. Easy Cloning

Melakukan Cloning pada virtual machine hanya membutuhkan beberapa klik dan selesai dalam hitungan detik, sedangkan cloning dari physical machine dapat menjadi usaha yang serius.

Tantangan dari Hosting Virtual Machine

Tentu saja, tidak ada teknologi tanpa tantangannya. Virtualisasi ini memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan hosting mesin fisik, tetapi ada beberapa tantangan yang harus Anda ketahui ketika memilih perusahaan hosting virtual.

a. Security

Jika Anda memindahkan aplikasi dari server fisik ke cloud publik, ada sejumlah risiko keamanan karena server cloud Anda akan dihosting di mesin virtual dalam infrastruktur berbagi.

b. Potential Downtime

Meskipun sumber daya virtual Anda tidak mungkin semuanya akan gagal sekaligus, akan lebih sulit lagi untuk me-reboot mesin virtual jika terjadi kegagalan yang fatal pada hardware. Mesin virtual dapat dihidupkan dan dimatikan semudah mesin fisik, tetapi agar VM kembali online dari host yang crash harus menunggu infrastruktur fisik boot, ditambah waktu yang diperlukan untuk mesin virtual Anda untuk boot.

c. Oversubscription

Hampir semua lingkungan cloud modern dibangun dengan model oversubscription. Jadi Anda dapat melakukan oversubscribe mesin virtual Anda pada physical hardware.

Pada dasarnya, jika Anda memiliki 5 VM menggunakan RAM 2GB yang berjalan pada mesin fisik dengan 8GB RAM, Anda telah kelebihan pasokan perangkat keras itu. Untungnya, oversubscription bukan berarti kelebihan kapasitas.

Menghindari oversubscription pada mesin virtual Anda, memerlukan perhatian pada alokasi sumber daya untuk memastikan Anda menggunakan sumber daya virtual Anda dengan benar ketika dibutuhkan.

Pengertian dan Fungsi dari Virtual Machine

By | 2018-06-07T08:41:49+00:00 June 7th, 2018|Categories: Blog|Tags: , , , , |

Virtual Machine (VM) adalah program perangkat lunak atau sistem operasi yang tidak hanya menunjukkan perilaku komputer yang terpisah, tetapi juga mampu melakukan tugas-tugas seperti menjalankan aplikasi dan program seperti komputer yang terpisah.

Lantas, apakah fungsi-fungsi dari mesin virtual itu sendiri? Mari simak beberapa penggunaannya berikut ini.

  1. Berganti ke versi sistem operasi yang lebih baru

Dengan mesin virtual (VM), Anda dapat mengadopsi metode yang aman dalam menjalankan versi pengembangan Windows 10 pada komputer Windows 8 Anda. Metode ini memungkinkan Anda menjalankan uji coba Windows 10 tanpa menginstal versi Windows yang tidak stabil di komputer Anda.

  1. Virtualisasi dari desktop Anda sendiri

Ada kecenderungan yang muncul di kalangan komunitas TI dimana pengguna menyimpan aplikasi desktop dan sistem operasi mereka di mesin virtual (VM) terpisah di server dan menggunakan PC mereka sebagai “thin client” ke server.

Setiap pengguna terisolasi dari semua pengguna lain dengan bantuan teknologi mesin virtual (VM), dan pemeliharaan aplikasi dialihkan dari setiap desktop ke data center.

  1. Melakukan pengujian dengan sistem operasi yang berbeda

Anda juga dapat menginstal distribusi Linux yang berbeda atau sistem operasi lain yang kurang dikenal dalam mesin virtual (VM) untuk melakukan eksperimen dan memahami cara kerjanya.

Beberapa sistem operasi dapat berjalan di server yang sama, sehingga menghilangkan kebutuhan untuk mendedikasikan satu fisik server ke satu aplikasi.

  1. Melakukan pengujian software pada banyak platform yang berbeda

Pada saat dibutuhkan pengujian apakah sebuah aplikasi dapat bekerja pada beberapa sistem operasi atau hanya dapat bekerja pada beberapa versi sistem operasi Windows, Anda dapat menginstalnya masing-masing dalam mesin virtual (VM) daripada harus menginstalnya pada banyak komputer yang berbeda.

  1. Kompilasi server yang berbeda untuk penggunaan bisnis

Bagi bisnis-bisnis dengan aplikasi yang berjalan pada beberapa server, server-server yang ada dapat dimasukkan ke dalam mesin virtual (VM) dan dijalankan pada satu PC. Setiap mesin virtual (VM) terisolasi.

Sehingga hal ini pun tidak menyebabkan masalah keamanan yang mungkin terjadi saat menjalankan server-server yang berbeda pada sistem operasi yang sama. Mesin virtual (VM) juga dapat dipindahkan dari fisik server yang satu ke fisik server yang lain.

Info lebih lanjut: www.phintraco.com www.phintraco-tech.com  | marketing@phintraco.com

Load More Posts
GET THE LATEST INFO FROM US