admin.marketing

/admin.marketing

About admin.marketing

This author has not yet filled in any details.
So far admin.marketing has created 36 blog entries.

Tren Terbaru Komunikasi dan Teknologi Bisnis Perhotelan

By | 2017-11-15T09:10:14+00:00 November 15th, 2017|Categories: News & Updates|Tags: , , , , , , |

Dulu teknologi yang digunakan dalam bisnis perhotelan dikenal cukup sederhana. Namun beberapa tahun terakhir peran teknologi dalam bisnis tersebut meningkat drastis. Sekarang saat kita ingin pergi ke suatu tempat dan menginap di suatu hotel, kita dapat dengan mudah bisa mendapatkan informasi seperti: hotel yang ingin kita pilih, informasi harga, fasilitas yang disediakan, hingga check in dan juga check out, cukup dengan menggunakan ponsel kita saja.

Untuk dapat memudahkan kegiatan dalam bisnis perhotelan dan membuat bisnis menjadi semakin baik, PT Relia Telemit Semesta sebagai penyedia teknologi pendukung hadir bersama produknya bernama Mitel. Mitel berfokus kepada Expert in Business Communications dan penyedia cloud communications global.

Muhammad Rizal, Product Manager dari Relia pun merangkum lima teknologi yang menjadi tren dalam bisnis perhotelan, yaitu sebagai berikut.

  1. Mobile device as door key

Saat ini fungsi yang sederhana seperti kunci pintu bisa mengalami begitu banyak evolusi. Alat yang dulu diawali sebagai potongan logam dengan cepat berubah menjadi kartu kunci elektronik.

Evolusi berikutnya dari kunci hotel mengubahnya menjadi data pada ponsel dari para tamu. Beberapa hotel pun sudah mulai menerapkan teknologi ini, baik itu melibatkan teknologi NFC atau secara visual memindai kode (QR code/Bar Code).

  1. Service Automation

Banyak tamu lebih memilih berinteraksi menggunakan teknologi daripada interaksi dengan manusia. “Pilihan check in dan check jarak jauh kini menjadi populer, dan beberapa hotel mulai bekerja dengan aplikasi yang memungkinkan tamu dapat memesan kamar langsung dari ponsel mereka,” jelas Rizal.

  1. Fixed-mobile convergence

Dulu masih banyak orang yang menggunakan telepon konvensional. Namun, ponsel pun telah menurunkan peran telepon konvensional. Namun bukan berarti tidak ada peranan bagi telepon konvensional kedepan. Telepon konvensional di masa depan dapat berfungsi sebagai hub untuk kebutuhan koneksi yang lebih besar.

“Sekarang para tamu bisa menggunakan ponselnya untuk mengendalikan TV dan sistem suara, bahkan mungkin tirai kamar yang otomatis dan televisi. Selain itu, mereka juga bisa menggunakan ponselnya untuk meminta wake up call dan juga peralihan dari Wi-Fi ke 4G secara lancar,” ucap Rizal.

  1. Guest Apps

Visi dari connected guest mencakup hampir semua aspek dari pengalaman tamu. Sesuatu yang kompleks dioperasikan hub tunggal – dan aplikasi tamu untuk perangkat seluler pribadi adalah alat untuk menampung semua fungsi tersebut. Guest Apps ini dirancang dengan cerdas menggabungkan segala hal mulai dari pemberitahuan transaksi hingga layanan hotel hingga program loyalitas.

  1. SIP-DECT

SIP-DECT ini sudah populer di lingkungan perhotelan dan industri lainnya di Eropa. SIP-DECT merupakan alternatif yang memungkinkan mobilitas untuk Voice over WLAN (VoWLAN). Dibandingkan dengan alternatif lain, SIP-DECT ini biayanya relatif rendah, kemudahan pengembangan, kualitas suara yang baik, SIP-DECT dapat menjadi sesuatu yang dibutuhkan dalam industri hotel kedepan.

Source: http://m.tribunnews.com/tribunners/2017/11/10/tren-terbaru-komunikasi-dan-teknologi-bisnis-perhotelan?page=all

Ransomware Bad Rabbit: 5 Hal yang harus Anda ketahui

By | 2017-11-02T04:09:16+00:00 November 2nd, 2017|Categories: Blog|Tags: , , , , |

Kampanye ransomware terbaru telah mencapai sejumlah target profile yang tinggi di Rusia dan Eropa Timur. Ransomware ini dijuluki Bad Rabbit yang menyerang perusahaan media di berbagai negara di Eropa. Apa sebenarnya Bad Rabbit itu?

  1. Serangan siber yang menyerang organisasi – organisasi di seluruh Rusia dan Eropa Timur

Organisasi di seluruh Rusia dan Ukraina serta sejumlah kecil di Jerman dan Turki telah menjadi korban dari serangan ransomware Bad Rabbit ini. Peneliti di Avast mengatakan bahwa mereka juga mendeteksi malware tersebut berada di Polandia dan Korea Selatan.

Perusahaan cybersecurity Rusia Group – IB juga mengkonfirmasi setidaknya tiga organisasi media telah terkena file-encrypting malware, sementara pada saat yang sama kantor berita Rusia Interfax mengatakan bahwa sistemnya telah terpengaruh oleh “hacker attack”. Serangan ini juga dapat dipastikan bahwa bukan serangan seperti WannaCry maupun Petya.

  1. It’s based on Petya/Not Petya

Jika ransomware Bad Rabbit ini terlihat familiar, hal ini dikarenakan korbannya hampir identik dengan wabah Petya yang terjadi di bulan Juni. Analisis dari para peneliti di Crownstrike telah menemukan bahwa Bad Rabbit dan NotPetya’s DLL (dynamic link library) memiliki 67 persen kode yang sama, yang mengindikasikan bahwa dua varian ransomware terkait erat.

  1. It spreads via a fake Flash update on compromised websites

Cara utama Bad Rabbit adalah menyebar melalui pembaruan Flash yang palsu di website. Biasanya pengguna diberitahu bahwa mereka perlu memasang pembaruan Flash. Namun sebenarnya pembaruan tersebut adalah palsu dan untuk instalasi yang berbahaya. Situs yang terinfeksi kebanyakan berbasis di Rusia, Bulgaria, dan Turki.

  1. It can spread laterally accross networks…

Hal yang membantu kemampuan Bad Rabbit untuk menyebar adalah daftar kombinasi nama pengguna dan kata sandi sederhana yang dapat dimanfaatkan untuk melawan jaringan.

  1. It isn’t clear who is behind it

Hingga saat ini, masih belum diketahui siapa yang mendistribusikan ransomware ini dan alasannya mengapa, namun kesamaan dengan Petya telah menyebabkan beberapa peneliti mengatakan bahwa Bad Rabbit adalah kelompok serangan yang sama.

Cara Melindungi Diri dari Serangan WiFi KRACK

By | 2017-10-30T07:38:44+00:00 October 25th, 2017|Categories: Blog|Tags: , , , , , , |

Setelah WannaCry dan Petya Ransomware, ada lagi ancaman hacker terbaru yang kali ini menyerang keamanan WiFi dengan serangan siber bernama KRACK (Key Reinstallation Attacks). KRACK ini dapat menyerang beberapa perangkat pengguna, seperti laptop, smartphone, tablet, dan perangkat lainnya dengan cara mencuri data sensitif seperti nomor kartu kredit, password, pesan chat, email, foto, dan sebagainya.

Lantas, bagaimana cara melindungi diri Anda dari serangan WiFi KRACK?

  1. Update all the wireless things you own

Perangkat Anda dapat diperbarui untuk mencegah kerentanan dari KRACK ini. Anda harus memperbarui semua router dan perangkat WiFi Anda (termasuk laptop, telepon, tablet, dan lain-lain) dengan patch keamanan terbaru.

  1. Look to your router

Firmware router Anda tentunya harus diperbarui. Anda dapat memastikan bahwa router Anda up-to-date atau tidak dengan melihat panel administrasi.

  1. Use Ethernet

Jika router Anda belum membaik, dan Anda tidak memiliki akses WiFi yang bisa digunakan untuk wireless, Anda bisa menggunakan Ethernet ke router Anda dan mematikan fungsi nirkabelnya hingga terpasang. Matikan WiFi di perangkat Anda juga sehingga Anda yakin semua dapat terkoneksi menggunakan kabel Ethernet tersebut.

  1. Consider using cellular data on your phone

Ponsel dan tablet Anda tidak memiliki port Ethernet. Jika Anda ingin memastikan tidak ada orang yang mengetahui traffic Anda, nonaktifkan WiFi di perangkat Anda dan gunakan data seluler.

  1. What about Internet-of-Things devices?

Jika Anda memiliki banyak perangkat IoT, pertimbangkan perangkat mana yang memiliki risiko paling besar dari serangan WiFi KRACK ini. Tariklah perangkat yang paling berisiko tersebut dari jaringan Anda.

Haruskah Anda mematikan WiFi Anda?

Hal tersebut mungkin bukan pilihan yang tepat bagi kebanyakan orang. Karna banyak sekali alasan yang mengharuskan Anda untuk terkoneksi dengan WiFi di mana saja, untuk keperluan tertentu. Namun jika Anda benar-benar merasa panik dan khawatir, maka satu-satunya cara untuk bisa benar-benar aman adalah dengan terus memperbarui semua perangkat Anda, dan lebih berhati-hati dalam menggunakan koneksi WiFi yang terproteksi.

 

Pentingnya Penggunaan Token dalam Otentikasi Bank

By | 2017-10-19T02:58:43+00:00 October 18th, 2017|Categories: News & Updates|Tags: , , , , |

Penggunaan token internet banking menjadi hal yang biasa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Praktis, dapat digunakan kapan saja bisa dijadikan alasan bagi orang-orang untuk menggunakannya. Sebelum melakukan sebuah transaksi baik itu transfer atau transaksi lainnya, perlu dibuktikan terlebih dahulu bahwa Anda benar-benar pengguna yang sah, bukan orang lain yang ingin menembus akses di internet banking Anda.

Untuk mendukung pengamanan layanan perbankan online, VASCO yang merupakan produk dari Phintraco Technology bisa menjadi pilihan Anda. Ekonardo Bunardi selaku Product Manager VASCO mengatakan bahwa penggunaan token di internet banking sangat penting karena terkait dengan transaksi pemindah bukuan, pembelian, pembayaran, dan lain-lain. Saat ini banyak juga bank yang mulai masuk dan mengembangkan internet banking mereka dan bahkan hingga merambah ke mobile banking. Mengapa?

“Dengan internet banking dan mobile banking, bank dapat melayani nasabahnya tanpa batasan waktu yakni 24×7 dan tidak perlu investasi banyak, tidak seperti cabang yang membutuhkan tempat yang besar dan tenaga kerja yang banyak tapi hanya melayani saat jam kerja saja,” jelas Ekonardo.

Dengan kemajuan teknologi seperti komputer yang semakin canggih dan handphone yang semakin pintar, ditambah dengan kemajuan akses internet yang semakin cepat dan terjangkau, maka banyak nasabah yang mulai beralih dan terbiasa untuk menggunakan internet banking maupun mobile banking.

Ekonardo mengatakan bahwa produk VASCO yang dimiliki oleh Phintraco Technology sudah masuk ke Indonesia sejak tahun 2002, dengan beberapa kelebihan.

“VASCO merupakan token dengan time-based dan memiliki beberapa metode dalam menghasilkan one-time password (OTP) seperti response only yang biasa digunakan untuk login dan challenge response dengan menginputkan challenge (berupa nomor yang dibentuk dari sistem) ke dalam token, dan digital signature. Semua OTP yang dihasilkan dari masing-masing metode tersebut adalah unik dan time-bases (ada validasi waktunya).”

Selain itu, VASCO juga memiliki token yang dapat memindai QR code baik standard yaitu, QR code hitam putih maupun Color QR Code, dimana apabila QR code tersebut dibentuk hanya untuk nasabah yang bersangkutan maka hanya token nasabah yang bersangkutan saja yang dapat mengartikan QR code tersebut.

“Token-token VASCO yang digunakan oleh banyak bank di Indonesia cukup tahan lama dan kuat, dengan bentuk yang kecil dan dinamis sehingga mudah digenggam. VASCO juga memiliki token yang dapat dimasukkan ke dalam dompet,” jelas Ekonardo.

Ia menambahkan, bahwa ada beberapa poin yang harus selalu diingat oleh semua pengguna agar layanan perbankan yang digunakan dapat aman, seperti: jangan pernah memberikan token maupun PIN Anda untuk akses token ke orang lain, jangan memberikan OTP yang dihasilkan oleh token ke orang lain, pastikan juga alamat layanan internet banking yang dituju sudah benar.

“Pastikan kembali detil transaksi yang dilakukan, jangan terburu-buru, jangan sekali-sekali mengakses halaman yang tidak layak dan tidak pantas yang ada di internet,” jelas Ekonardo. (MEL)

Source: http://www.tribunnews.com/tribunners/2017/10/12/pentingnya-penggunaan-token-internet-banking-dalam-otentikasi-bank

Cybersecurity Tidak Hanya Menjadi Isu Bagi Perusahaan Teknologi Namun juga Bisnis Lainnya

By | 2017-10-10T02:07:01+00:00 October 9th, 2017|Categories: Blog|Tags: , , , , |

Berita tentang pelanggaran data (data breaches) biasanya melibatkan perusahaan besar, yang mengarah ke asumsi bahwa masalah keamanan maya hanya menjadi perhatian bagi bisnis yang lebih besar. Namun kenyataannya, pelanggaran data dan cybersecurity harus menjadi perhatian semua pemilik bisnis, tidak hanya orang-orang yang bekerja untuk perusahaan besar atau industri teknologi, namun juga bisnis lainnya.

Tujuan dari hacker itu sendiri adalah untuk mendapatkan data pribadi yang sensitif dan dapat mereka jual atau memanipulasi untuk mendapatkan keuntungan. Akibatnya, tidak ada alasan lagi bagi hacker ini untuk menghindari usaha kecil hingga menengah, mengingat bahwa mereka biasanya memiliki lebih sedikit sumber daya untuk mencurahkan perlindungan dan keamanan cybersecurity itu sendiri.

Selain itu, karena semakin banyak industri menemukan hardware dan peralatan mereka yang terhubung ke internet, kemungkinan penyebaran pelanggaran cybersecurity ke industri non-teknologi juga akan meningkat.

Yang juga perlu diketahui bahwa banyak hacker yang mengasah bisnis kecil yang tidak berada di industri teknologi, dengan asumsi bahwa kurangnya kedekatan dengan keahlian teknis membuat sistem mereka mudah diretas oleh hacker. Maka dari itu, semua pemilik bisnis harus menyadari 3 tips cybersecurity seperti di bawah ini:

  1. Run Routine Checkups

Salah satu cara untuk membantu memerangi adanya cybersecurity adalah dengan melakukan pengecekan rutin di jaringan dan teknologi perusahaan, yang dapat membantu menemukan adanya kerentanan.

  1. Do not store unnecessary information

Tips yang paling mudah dan juga efektif untuk mencegah kecelakaan cybersecurity bisa dilakukan dengan menyimpan data yang relevan dan jangan menyimpan informasi yang tidak perlu. Meskipun terkadang beberapa bisnis meminta data seperti Jamsostek, nomor SIM, seharusnya data tersebut tidak perlu disimpan, cukup hanya dengan memastikan bahwa identitas mereka dapat diverifikasi saja. Dengan tidak menyimpan beberapa informasi pribadi tersebut dapat menimbulkan kesulitan untuk hacker meretas data Anda.

  1. Limit Employee Access To Sensitive Data

Inside jobs atau yang biasa disebut sebagai sebuah kejahatan yang dilakukan oleh atau dengan bantuan seseorang yang tinggal atau bekerja di tempat terjadinya adalah ancaman utama bagi bisnis cybersecurity. Karyawan bisa saja mencari penghasilan lebih dengan mencuri informasi pribadi yang dapat mereka akses.

Sebagai alternatif, peretas mungkin meminta karyawan dan membagi keuntungan dengan mereka. Dengan itu, perusahaan pun harus mencegah hal tersebut terjadi dengan membatasi akses karyawan ke data yang sensitif.

Pelanggaran yang terjadi pada AT&T pada tahun 2014 pun sebagian disebabkan oleh karyawan internal yang melakukan pencurian data, dan hal ini tidak hanya terjadi pada perusahaan besar saja, namun juga dapat terjadi pada perusahaan yang lebih kecil.

Maka dari itu, karena masalah cybersecurity ini relevan dengan bisnis manapun terlepas dari ukuran besar atau tidaknya, tindakan pencegahan yang tepat harus selalu menjadi prioritas.

Indonesia Knowledge Forum VI – 2017: Moving Our Nation to the Next Level

By | 2017-10-06T04:17:39+00:00 October 4th, 2017|Categories: News & Updates|Tags: , , , , , , |

Pesatnya pertumbuhan bisnis startup dalam beberapa tahun terakhir ini telah mendorong perusahaan untuk mulai berpikir dan menerapkan strategi baru. Hal ini pun dirasakan oleh Yayasan Bakti BCA melalui Layanan Belajar BCA yang akan membahasnya di Indonesia Knowledge Forum VI – 2017: Moving Our Nation to the Next Level pada tanggal 3 – 4 Oktober 2017, mulai pukul 08.30 – 17.00 WIB di Ballroom Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta.

Acara ini merupakan acara rutin yang dilakukan tiap tahun, dan sudah merupakan tahun ke-enam IKF diselenggarakan sebagai salah satu “Pesta Akbar Pengetahuan” terbesar di Indonesia. Terdapat 23 pembicara utama yang datang baik dari Indonesia maupun luar negeri, yang berpartisipasi dalam acara ini untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan juga inspirasi dalam mengembangkan bisnis digital.

Tidak hanya itu, acara ini juga dilengkapi dengan serangkaian pameran-pameran yang dapat menginspirasi dan memberi wawasan baru untuk pengembangan komunitas bisnis Indonesia. Phintraco Group, melalui empat anak perusahaannya, yaitu: Phintraco Technology, MitraComm Ekasarana, Phintraco Consulting dan Aplikas Servis Pesona pun ikut serta dalam acara ini. Di sini Phintraco memberikan informasi tentang produk solusi yang dimiliki dari berbagai kategori, seperti: security systems, contact center, applications, consulting dan solutions.

Di hari pertama, terdapat beberapa sederetan pembicara yang ikut mengisi acara, seperti: Faisal Basri seorang Pengamat Ekonomi, Philia Wibowo sebagai Partner dan Presiden Direktur Indonesia Mckinsey & Company, dan juga Ashraf Sinclair sebagai Celebrity Investor, Sebastian Togelang sebagai Founder and Managing of Kejora Group.

Sedangkan pada hari kedua, pembicara yang hadir menjadi lebih banyak dari hari sebelumnya. Diketahui beberapa nama, seperti: Alexander Rusli sebagai CEO PT Indosat, Henky Prihatna sebagai Country Industry Head of Google Indonesia, Kusomo Martanto sebagai CEO Blibli.com dan masih banyak pembicara lainnya.

Dengan mengangkat tema “Meningkatkan Kreativitas dan Inovasi melalui Kolaborasi Digital”, diharapkan acara ini dapat menjadi sebuah One Stop Knowledge Solution bagi setiap organisasi yang membutuhkan pengetahuan untuk diterapkan dalam organisasinya. Tidak hanya itu saja, acara ini juga dapat memberikan inspirasi dan pengetahuan untuk memajukan dunia usaha di Indonesia.

 

Manajemen Data: Local vs Cloud Storage

By | 2017-09-20T09:48:16+00:00 September 18th, 2017|Categories: Blog|Tags: , , , , , |

Dulu tidak ada istilah network sharing dan tidak ada yang namanya cloud computing. Local storage merupakan pilihan satu-satunya. Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi, layanan cloud seperti Dropbox telah merevolusi bagaimana bisnis menyimpan informasi. Dengan menyimpan file penting pada server non-lokal, karyawan dapat mengakses datanya dari manapun, kapanpun, selama mereka memiliki koneksi internet.

Namun sayangnya, konsekuensi yang tidak terduga selalu mengikuti sebuah perubahan dan dalam contoh kasus ini, keamanan data adalah pengorbanan utama. Akibatnya, perusahaan harus dengan hati-hati mengevaluasi pilihan mereka dan mengajukan pertanyaan ini kepada diri mereka sendiri, “Metode pengelolaan data mana yang terbaik, apakah cloud computing, local storage, atau network sharing?”

Local Storage

Menyimpan data pada disk lokal seringkali menjadi pilihan termudah. Seperti desktop yang dapat menyimpan file hingga 500 GB, kapasitasnya tidak bermasalah. Bahkan, laptop yang paling dasar pun dilengkapi dengan disk tipe 150 GB. Dengan begitu banyak extra space, seringkali dilupakan bahwa ada alternatif lain.

Namun masalah terbesar dengan local storage adalah virus komputer yang dapat dengan mudah melumpuhkan hard drive dan semua data yang ada di dalamnya. Sedangkan masalah lainnya adalah pencurian laptop karyawan, sebuah risiko yang buruk dalam perjalanan bisnis.

Cloud Storage

Dengan kecenderungan tren Bring Your Own Device (BYOD) yang kuat seperti sebelumnya, bisnis berebut untuk menguasai smartphone, laptop, dan tablet milik karyawan. Admin TI mengenali potensi perangkat seluler dan mengerti bahwa mereka dapat meningkatkan produktivitas jika digunakan dengan benar.

Di sinilah cloud computing masuk. Dengan melakukan hosting data di server online, karyawan dapat mengakses informasinya dari sejumlah perangkat. Namun demikian, kemampuan untuk mengakses dan berbagi file dengan mudah dapat dilihat sebagai keuntungan dan juga kerugian. Disamping itu, individu yang jaraknya jauh terpisah, sekarang dapat bekerja sama dalam sebuah proyek. Mereka tidak lagi harus mengandalkan komunikasi email yang tidak efisien.

Network Sharing

Network sharing dapat dianggap sebagai media yang paling banyak diminati diantara cloud dan local storage. Memiliki kemiripan dengan local storage, metode ini memungkinkan pebisnis untuk menyimpan data secara fisik dan menyimpan informasi secara terpisah dari internet. Intinya, network sharing ini melibatkan penyimpanan khusus komputer yang terhubung ke beberapa perangkat.

Conclusion

Dengan banyaknya pilihan yang tersedia, sulit untuk menentukan solusi pengelolaan data yang tepat. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mengevaluasi kebutuhan masing-masing perusahaan. Jika kolaborasi dan file sharing merupakan hal yang sangat penting, maka layanan Cloud direkomendasikan. Jika keamanan data sangat penting, maka network sharing mungkin adalah pilihan terbaik. Akhirnya, bisnis yang kecil dengan anggaran rendah disarankan untuk tetap menggunakan sistem penyimpanan lokal.

Cara Mengamankan Security Systems dari Serangan Ransomware atau Unknown Malware

By | 2017-10-12T07:08:55+00:00 September 13th, 2017|Categories: News & Updates|Tags: , , , , , , |

Sistem keamanan (security systems) saat ini tengah diuji dengan bermunculannya ransomware dan malware yang tidak dikenal. Mulai dikenal dengan ransomware bernama WannaCry, dan Petya Ransomware, kedua ransomware ini mengakibatkan beberapa perusahaan di Indonesia maupun di luar negeri menjadi resah. Bagaimana cara mengamankan security systems dari serangan ransomware atau unknown malware?

Sebelum itu kita harus memahami terlebih dahulu apa yang dilakukan oleh ransomware ini. Ransomware tersebut diketahui mengunci layar dan tidak membiarkan user untuk dapat mengakses sistem sampai uang tebusan dibayar. Namun jenis malware ini dapat dihapus dengan melakukan pencarian dan membersihkan pop-up yang muncul.

Untuk menanggapi hal tersebut, salah satu anak perusahaan dari Phintraco Group, PT Aplikas Servis Pesona hadir dengan security solution nya. Aplikas melalui produk-produknya mampu memberikan solusi dan cara mengamankan security systems dari serangan ransomware atau unknown malware. Hal ini disampaikan langsung oleh Hendro Wibowo, Technical Manager dari Aplikas, melalui lima point sebagai berikut:

1. Build a “human firewall”

Hendro mengatakan bahwa ancaman terbesar dari terserangnya ransomware adalah pengguna yang membiarkan ransomware aktif di dalam endpoint (PC atau perangkat). Kesadaraan pengguna akan keamanan dan bahaya yang akan timbul menjadi pertahanan awal untuk menghindari ransomware ini.

Pikirkan sebelum Anda klik | Jika Anda menerima email berisi lampiran, pikirkan terlebih dahulu sebelum mengkliknya. Jika Anda tidak mengharapkannya atau terlihat mencurigakan, lebih baik dihapus, meskipun jika itu muncul dari seseorang yang Anda kenal. Anda bisa langsung menanyakan kepada orang tersebut, apakah yang dikirimkan itu sah atau tidak.

2. Allow only whitelisted items to execute

Gunakan metode “application control“, yang mampu menawarkan whitelist yang diatur secara sentral untuk memblokir file executable yang tidak sah pada server, desktop perusahaan, maupun perangkat fixed-function, sehingga mampu mengurangi serangan awal untuk sebagian besar ransomware.

3. Apply all current operating system and application patches

Update PC dan perangkat Anda | Pastikan sistem operasi PC Anda sudah ter-update. Pembaruan perangkat lunak (software) dan ‘patches‘ berisi perbaikan keamanan yang mampu mengamankan PC Anda dan membuat ransomware dan virus untuk menginfeksinya.

4. Update security software regularly

Selalu update perangkat lunak keamanan Anda. Virus dan ancaman baru akan muncul setiap saat, jadi penting untuk selalu memperbarui perangkat lunak keamanan Anda. Pastikan software security Anda seperti antivirus, anti-malware, anti-spam selalu ter-update.

5. Backup your file regularly

“Selalu pastikan Anda melakukan backup data secara rutin. Dengan begitu, jika Anda mendapatkan gangguan serangan ransomware, Anda dapat menghapus disk drive Anda sampai bersih dan mengembalikan data Anda dari backup,” jelas Hendro. Bahkan backup itu sendiri juga bisa terinfeksi, jadi Anda harus melepaskan drive cadangan dari PC Anda untuk mencegah hal ini terjadi. (MEL)

Source:http://m.tribunnews.com/techno/2017/09/05/cara-mengamankan-security-systems-dari-serangan-ransomware-atau-unknown-malware

 

Mengapa Identitas Penting dalam Bisnis?

By | 2017-09-11T02:39:51+00:00 September 7th, 2017|Categories: News & Updates|Tags: , , , , |

PT Aplikas Servis Pesona kembali mengadakan acara bersama Sailpoint mengenai “Why Identity Matters” (Mengapa Identitas Penting dalam Bisnis) pada hari Rabu, 6 September 2017 di The Westin Hotel, Jakarta. Dimana pada acara sebelumnya Aplikas bersama Sailpoint mengangkat tema yang sama yaitu mengenai “The Power of Identity”. Sailpoint itu sendiri saat ini dikenal sebagai strategic partner bagi lebih dari 210 lembaga keuangan global dan telah mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan tentang sektor FSI.

Mr. Martin F. Fredrickson, selaku Vice President of Global Business Development & Emerging Markets di SailPoint Technologies, Inc hadir dalam memberikan informasi yang meliputi: Best practices and lessons learned, prioritas dan tren baru yang harus diperhatikan termasuk analisis identitas, robotics, dan cloud migrations. Selain itu, acara ini juga membahas mengenai apa yang dimaksud dengan 1 juta identitas dan hampir 10.000 aplikasi yang dikelola oleh Sailpoint di APAC.

Why Identity Matters?

Jika Anda memahami ‘siapa’ saja yang akan memiliki data Anda, dan ‘siapa’ yang memiliki akses ke aplikasi dan sistem perusahaan yang penting, Anda dapat menempatkan parameter yang tepat untuk mengatur semua data, aplikasi dan sistem perusahaan.

Karna semua aset perusahaan yang sensitif inilah yang berusaha ditembus oleh hacker langsung melalui sumber orang-orang Anda untuk menemukan jalan masuk ke sistem keamanan Anda tersebut. Inilah sebabnya untuk mengatasi hal tersebut, identitas menjadi sangat penting untuk dijaga keamanannya.

Diharapkan para pelaku bisnis mengetahui betapa pentingnya identity management yang baik.

3 Tips Transformasi Call Center yang Menguntungkan

By | 2017-09-08T03:51:13+00:00 September 6th, 2017|Categories: Blog|Tags: , , , , |

Pengecer awalnya bersaing pada 3 variabel: harga, produk (kualitas maupun pilihan), dan juga layanan. Dari ketiganya, customer service (layanan pelanggan) merupakan hal yang mudah untuk diwujudkan. Namun untuk menjadi customer service yang baik pun harus bisa mengutamakan pelanggan dan menjadikan pelanggan sebagai pusat bisnis perusahaan. Sebelum Anda membuat sebuah keputusan, alangkah baiknya Anda memikirkan pelanggan Anda. Kesuksesan perusahaan Anda juga bergantung lebih dari sekedar hanya menawarkan layanan yang baik kepada pelanggan, namun juga bagaimana proses pelanggan mengenal produk Anda hingga pada akhirnya memutuskan untuk membeli produk atau layanan yang Anda tawarkan.

Pada proses pasca pembelian tersebut, pelanggan akan meneliti produk, membaca ulasan, dan mempertimbangkan untuk melakukan pembelian. Pelanggan akan mengajukan pertanyaan-pertanyaannya terkait dengan hal tersebut. Apakah agent call center Anda siap untuk melakukan penjualan? Untuk membantu mengubah call center menjadi menguntungkan, berikut adalah 3 tips yang harus Anda ketahui:

  1. Be present in multiple channels

Pelanggan ingin terlibat dengan brand Anda melalui beberapa channel sesuai dengan yang mereka harapkan, baik itu bisa melalui telepon, email, pesan teks, live chat, media sosial atau bahkan langsung mengunjungi ke toko. Namun dengan memenuhi keinginan pelanggan melalui channel yang mereka sukai bukanlah hal yang mudah. Anda pun harus secara efektif memantau setiap channel secara real-time dan memberikan respons yang konsisten antar channel tersebut. Alangkah baiknya Anda memilih channel mana yang paling tepat, daripada hadir di setiap channel.

  1. Respond quickly

Tidak ada satupun orang yang suka diabaikan, terutama saat Anda baru saja menghabiskan uang untuk produk atau layanan. Organisasi customer service harusnya mampu menyediakan layanan yang cepat dan kontekstual di setiap channel. Upaya ini juga dapat dilakukan dengan menggunakan solusi software yang tepat.

  1. Connect information between service channels

Dengan menyambungkan semua informasi antara channel layanan Anda, dapat memungkinkan agent call center Anda untuk dapat secara cepat dan efektif dalam menangani pelanggan dan memberikan layanannya secara langsung tanpa pelanggan harus mengulangi informasi seperti nama, alamat, nomor rekening mereka, dan informasi lainnya.

 

Load More Posts
GET THE LATEST INFO FROM US