admin.marketing

/admin.marketing

About admin.marketing

This author has not yet filled in any details.
So far admin.marketing has created 81 blog entries.

Partisipasi Phintraco Group ke dalam Indonesia Knowledge Forum (IKF) VII – 2018

By | 2018-10-12T09:35:20+00:00 October 12th, 2018|Categories: News & Updates|Tags: , , |

Tahun ini Yayasan Bakti BCA (BCA Learning Service) kembali mengadakan event berjudul “Indonesia Knowledge Forum VII – 2018 : Fostering Innovation and Creating Value Through Digital Transformation. Acara diselenggarakan mulai pada tanggal 9 – 10 Oktober 2018 di Ritz Carlton Hotel – Pacific Place, Jakarta.

Phintraco Group melalui tiga anak perusahaannya, yaitu: Phintraco Technology, MitraComm Ekasarana, dan Aplikas Servis Pesona pun ikut serta menjadi salah satu exhibitors.

Masing-masing dari anak perusahaan Phintraco menampilkan produk dan juga solusi yang dipamerkan di booth Phintraco. Dimana solusi –solusi tersbut sudah diterapkan oleh PT Bank Central Asia sebelumnya. Untuk Phintraco Technology solusinya mencakup contact center, unified communications (AVAYA), smartcard (Gemalto) dan token yang juga digunakan oleh BCA (token BCA) bernama OneSpan (yang sebelumnya bernama VASCO).

Lalu MitraComm Ekasarana yang diwakili oleh MitraComm Business Process Services  menonjolkan solusi Full Managed Services (Premises, Manpower Supply, Technology & Managed Operations) dan Partial Managed Services (Manpower Supply, Managed Operations).

Sedangkan Aplikas Servis Pesona, yang bisnisnya bergerak di bidang IT Security Solution, menampilkan solusi Identity & Data Administration & Governance (Sailpoint), File Integrity & Compliance (Tripwire), dan Privileged Account Security (CyberArk).

Tahun ini sudah menjadi tahun ke-tujuh IKF diselenggarakan. Dimana IKF sebagai One Stop Knowledge Solution bagi setiap perusahaan yang membutuhkan pengetahuan untuk diterapkan dalam bisnisnya.

Terdapat kurang lebih 16 pembicara yang ikut serta mengisi acara dan memanfaatkan pengetahuan dan inovasi untuk menerapkan transformasi digital di tahun 2018. Peserta pun mendapatkan banyak insight dan pengalaman. Pada hari pertama, ada beberapa topik mengenai digital yang dibahas di dalam seminar.

Seperti “Outlook Economy in Digital Age” oleh Anton Hermanto Gunawan sebagai Economist, Panel Discussion: “Fostering Innovation for Growth oleh Setiaji sebagai Head of Jakarta Smart City, Ongki Kurniawan sebagai Executive Director of Grab Indonesia, dan topik lainnya.

Sedangkan di hari kedua, beberapa topik yang diangkat adalah; “Digitalization Vs Human Touch in Wealth” oleh Ned Phillips sebagai Founder & CEO Bambu, “Digital Transformation of Workspace” oleh Bill Zeng sebagai APJ Cloud Collaboration Evangelist at CISCO, dan topik lainnya.

Semoga dengan adanya acara IKF ini dapat membantu organisasi-organisasi dalam mengembangkan bisnisnya lebih baik lagi dengan transformasi dan kemajuan digital serta teknologi dari tahun ke tahun.

Kolaborasi PT. PhinCon bersama TIBCO dan BINUS Demi Mengembangkan Kompetensi Mahasiswa/i dalam Data Analytics

By | 2018-10-12T02:44:52+00:00 October 12th, 2018|Categories: News & Updates|Tags: , , , , |

Selasa, 9 Oktober 2018 baru saja diresmikan kolaborasi yang terjalin antara PT. PhinCon anak perusahaan dari Phintraco Group, dengan TIBCO yang merupakan partner dari PT. PhinCon dan BINUS UNIVERSITY dalam MoU Signing Ceremony yang diselenggarakan di BINUS Bekasi.

Kolaborasi ini bertujuan untuk bersama-sama melibatkan para mahasiswa/i melalui magang, pengembangan karir dan Advanced Analytics Projects yang akan bermanfaat bagi para mahasiswa/i dalam mengembangkan kompetensi mereka khususnya dalam data analytics.

Tidak hanya itu saja, dengan adanya kolaborasi ini juga, mahasiswa/i juga dapat dibekali oleh keahlian data yang penting untuk karir mereka setelah lulus.

TIBCO Software Inc., merupakan pemimpin global dalam integrasi, API Management dan analytics yang berasal dari Amerika. Tidak hanya untuk memperluas kemampuan data analytics saja, namun karena produk TIBCO ini adalah produk global, diharapkan mahasiswa/i di BINUS juga siap untuk go global.

Kolaborasi akan fokus pada mahasiswa/i dari mata kuliah Sistem Informasi di BINUS untuk mempersiapkan diri memasuki era digital saat ini. Mahasiswa/i akan mendapatkan praktik secara langsung dengan tools yang digunakan dari TIBCO dan dukungan untuk berbagai data analytics untuk memahami dan memprediksi perilaku pelanggan.

Menggunakan tools tersebut, kelak mahasiswa/i diharapkan dapat memberikan solution kepada perusahaan dan juga dapat menggunakan solution tersebut untuk materi thesis mereka.

Para mahasiswa/i mendapatkan keterampilan data yang relevan melalui guest lectures, seminar, networking sessions with experts di bidang analisis data, dan modul pelatihan yang relevan.

Pihak-pihak yang terlibat di dalam MoU Signing Ceremony ini tidak lain adalah Thomas Been – Chief Marketing Officer TIBCO, Alan Ho – Director of Marketing Asia Pacific TIBCO, Dr. Meyliana – Vice Director BINUS UNIVERSITY, dan Dr. Yohannes Kurniawan – Dean of School of Information Systems, BINUS UNIVERSITY.

Sedangkan, pihak dari PT. PhinCon itu sendiri adalah Nur Ria Wigati – Marketing Director Phintraco Group, dan Danny – Product Management Division Head PhinCon.

“Kerja sama dengan BINUS dan TIBCO. Dimana BINUS sebagai penyedia sumber daya IT (Information Technology), sebagai a world class university, TIBCO khususnya di analytics area, dan PhinCon sebagai wadah untuk menampung sumber daya di BINUS dan dengan teknologi dari TIBCO,” ucap Danny.

“Saya percaya bahwa kolaborasi ini dapat membawa kita kepada level lebih tinggi dan akhirnya kita bisa berkata bahwa “We are proud to be Indonesian Consultant”, tambahnya.

DevOps – Pivotal: Pola Pikir yang Kolaboratif untuk Pengiriman Aplikasi yang Cepat dan Dapat Diandalkan

By | 2018-10-10T07:53:40+00:00 October 10th, 2018|Categories: Blog|Tags: , , , |

Dari pembahasan sebelumnya kita sudah membicarakan mengenai Data Science oleh Pivotal. Saat ini kita akan membahas mengenai apa itu DevOps. DevOps merupakan cara kerja yang berfokus pada pengiriman aplikasi yang berkualitas secara teratur yang dapat memenuhi kebutuhan bisnis.

Pentingnya DevOps

Faster time to market

Di dunia saat ini, software memainkan peranan yang penting dalam membantu bisnis mempelajari apa yang dibutuhkan oleh pelanggan mereka. Praktik DevOps yang matang dapat menghindari miskomunikasi dan penundaan (delays), dan membuat tim menjadi lebih mudah dalam mengirimkan software.

Dengan DevOps dan cloud, vice president dari inovasi teknologi Allstate’s Doug Safford (Pivotal customers), mengatakan “Developer biasanya menghabiskan hanya 20% waktu pengkodeannya dan sekarang mendekati 90%”.

Comcast (Pivotal customers) pun telah melihat peningkatan sebesar 50% dalam kecepatan developer, sebesar 90% pengurangan dalam technical debt, sebesar 50% dalam reported incidents, dan sebesar 75% atas berkurangnya server farms.

Lower risk and smoother deployments

Praktik DevOps terdiri dari budaya kolaboratif dan otomatisasi untuk packaging, deployment, monitoring, dan updates untuk produksi. Digabungkan dengan continuous learning, tim DevOps dapat mengidentifikasi dan menghilangkan roadblocks dan membangun proses rilis yang lebih kuat, efisien, dapat diulang, dan matang.

Hal ini memungkinkan penyebaran pada software dapat dilakukan tanpa masalah.

Faster recoveries

Ketika kode tidak rusak dalam produksi atau menyebabkan downtime, praktik DevOps siap untuk mendiagnosis dan memulihkannya. Dengan otomatisasi dan pemantauan yang signifikan yang memberdayakan sebagian besar proses rilis dan manajemen.

Tim DevOps dapat dengan cepat berkolaborasi untuk melacak dan menentukan sumber kegagalan, dan rollback changes atau perbaikan masalah. Faktanya, di tahun 2016 berdasarkan laporan dari DevOps menunjukkan bahwa respon yang cepat dan terstruktur untuk masalah produksi yang tak terduga menghasilkan waktu yang lebih cepat.

Waktu yang lebih cepat tersebut sebesar 24x untuk pemulihan di organisasi yang mempraktekkan DevOps serta 3x tingkat kegagalan perubahan yang lebih rendah.

Higher customer satisfaction and better product-market fit

Releasing features atau bug fixes dengan cepat dan andal tidak hanya mengarah pada respons yang lebih tinggi dan kepuasan pelanggan, tetapi juga untuk umpan balik yang cepat dan identifikasi lebih cepat dari kemampuan yang paling disukai pelanggan.

Praktik DevOps terletak di jantung pengiriman terus menerus dan waktu siklus yang cepat. Tanpa kolaborasi yang terus menerus dan ketat antara developer, operator IT, dan pemangku kepentingan bisnis, pengiriman fungsionalitas yang bermanfaat secara konsisten, dengan laju yang cepat, tidak akan mungkin terjadi.

Source:

https://pivotal.io/devops

Info lebih lanjut: www.phintraco.com www.phintracotech.com  | marketing@phintraco.com

Data Science oleh Pivotal: Pendekatan Berbasis Data untuk Bisnis Anda

By | 2018-10-10T07:39:35+00:00 October 10th, 2018|Categories: Blog|Tags: , , |

Data science tidak hanya menyediakan wawasan (insight). Dengan menerapkan model yang tepat ke data yang tepat, data science memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi pola (patterns) dalam volume yang data yang besar untuk diprediksi dan pada akhirnya akan mempengaruhi hasil bisnis.

Dengan kata lain, data science memberi perusahaan pandangan ke depan yang diperlukan untuk melayani pelanggan dengan lebih baik, mengembangkan produk yang lebih menarik, dan mendorong efisiensi operasional.

Pengertian dari Data Science

Data science mengacu pada proses pengungkapan pola dan insight yang tersembunyi dalam volume data yang besar, dari data yang berantakan menggunakan teknik seperti machine learning, data mining, predictive analytics, deep learning, dan cognitive computing.

Berbeda dengan traditional business intelligence dan pendekatan terkait, data science tidak terbatas pada data terstruktur, tidak memerlukan data untuk disusun ke dalam baris dan tabel yang rapi, dan tidak terbatas pada kumpulan data yang kecil.

Teknik data science dapat diterapkan dalam skala volume yang besar dari data semi-terstruktur dan tidak terstruktur seperti text-based data, machine data, sensor data, dan social media data.

Apakah pentingnya Data Science bagi Bisnis?

1. Unlock the value of data

Dengan menerapkan Data Science dapat membuka nilai data dengan mengungkap insights yang dapat ditindaklanjuti.

2. Be predictive and proactive

Data Science memungkinkan perusahaan untuk bersikap proaktif dan mengambil tindakan untuk mengoptimalkan hasil.

3. Continuous learning

Karena data science yang digerakkan oleh ilmu pengetahuan dimasukkan ke dalam tindakan, hasil dari tindakan tersebut dimasukkan kembali ke dalam sistem model prediktif dan algoritma. Hasilnya adalah sistem self-learning yang terus meningkat.

4. Data science applies to all industries

Data science digunakan di hampir semua industri. Seorang petani pun menggunakan data science untuk menentukan waktu terbaik dalam menanam tanaman. Seorang pengecer (retailers) menggunakan data science untuk melakukan penawaran kepada pelanggan. Hingga layanan keuangan dan asuransi pun menggunakan Data Science.

Aksi Pivotal dan Pelanggan dalam Menggunakan Data Science

1. Mendeteksi penipuan

Menerapkan model prediktif ke real-time transaction data untuk mengidentifikasi dan menghentikan aktivitas penipuan apapun.

2. Segmentasi pelanggan

Mengembangkan segmentasi pelanggan berdasarkan analisis data perilaku, transaksional, sosial dan lainnya.

3. Customer churn

Identifikasi pola yang menunjukkan pelanggan yang cenderung meninggalkan produk atau layanan dan mengambil langkah untuk menghentikannya.

4. Predictive maintenance

Memprediksi kemungkinan kegagalan bagian di dalam mobil, peralatan industri dan mesin lain sehingga tindakan pencegahan dapat diambil.

5. Sentiment analysis

Menganalisa text-based data seperti konten email dan pembaruan media sosial untuk mengumpulkan sentimen pengguna dan pelanggan.

6. Cybersecurity

Mengenali kemungkinan serangan yang berbahaya dan ancaman online lainnya ke IT dan jaringan lainnya dan ambil tindakan pencegahan.

7. Recommendation engine

Sarankan produk, layanan dan action items yang ditargetkan kepada pengguna berdasarkan analisis perilaku pembelian sebelumnya dan data lainnya.

8. Demand forecasting

Prakiraan permintaan untuk produk dan suku cadang terlebih dahulu untuk mempertahankan tingkat persediaan yang optimal.

Source:

https://pivotal.io/data-science

Info lebih lanjut: www.phintraco.com www.phintracotech.com  | marketing@phintraco.com

Containers Pivotal: Memungkinkan Penyebaran dan Eksekusi yang Konsisten

By | 2018-10-03T09:07:16+00:00 October 3rd, 2018|Categories: Blog|Tags: , , |

Containers oleh Pivotal ini sangat populer dikenal baik dengan developer dan operator. Karena containers menawarkan cara yang lebih sederhana untuk mencapai penyebaran (deployment) dan eksekusi yang konsisten. Containers juga dapat membantu meningkatkan tim handoffs development dan operations (DevOps).

Apa itu Containers?

Containers adalah wadah yang dijalankan di sebuah mesin, yang secara sederhana adalah sebuah proses pada host operating system seperti yang lain. Lalu apa yang membuat containers menjadi begitu populer? Yaitu prosesnya yang terisolasi dan dibatasi.

Mengapa Containers Penting bagi Bisnis?

1. Deployment consistency reduces time to market

Menggunakan containers dapat meningkatkan konsistensi dan kecepatan dalam mendorong aplikasi baru dan update ke dalam produksi.

2. Execution consistency improves quality

Karena kode dan proses dikemas agar sesuai dengan rilis dan proses manajemen, tim dapat meningkatkan kualitas rilis, dan dengan demikian dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.

3. Easier developer-to-operator handoff speeds delivery

Tanpa harus menyesuaikan setiap pengiriman, staf developer dan operations (DevOps) mempunyai waktu lebih banyak untuk dapat fokus kepada mengembangkan aplikasi business-critical dan memastikan pengiriman aplikasi yang kuat.

Containers di Pivotal

Proyek dari Cloud Foundry (core product dari Pivotal) telah bekerja dengan container sejak tahun 2011. Dimana baru-baru ini Pivotal meluncurkan Pivotal Container Service (PKS), yang memungkinkan perusahaan untuk menerapkan dan menjalankan beban kerja di seluruh cloud pribadi dan publik secara andal.

Platform yang Lengkap untuk Penyebaran Container

Cloud Foundry’s elastic runtime adalah solusi yang terbukti untuk container orchestration, pada penskalaan hari ini hingga hampir 250.000 container dalam satu cluster. Pivotal Cloud Foundry (PCF) adalah platform lengkap yang mengambil muatan dari developer.

Baik sebagai artefak yang dikompilasi seperti .jar dan .war files, atau sebagai gambar container yang dibuat sebelumnya. Selain itu juga menyediakan sistem lengkap untuk menjadwalkan dan menjalankan muatan ini.

PCF menyediakan semua layanan bantu pada platform (misalnya, load balancing, high availability, penskalaan otomatis, dan unified logging). Developer dapat menyebarkan (dan memindahkan) aplikasinya secara manual menggunakan cf push command.

Semakin banyak, tim ingin mengotomatiskan proses ini dengan continuous integration/continuous delivery (CI/CD) yang berkesinambungan.

Source:

https://pivotal.io/containers

Info lebih lanjut: www.phintraco.com www.phintracotech.com  | marketing@phintraco.com

Cloud-Native Security oleh Pivotal: Mengurangi Risiko di dalam Perusahaan

By | 2018-10-03T08:10:14+00:00 October 3rd, 2018|Categories: Blog|Tags: , , , , |

Setelah memahami apa itu Cloud-Native Applications saatnya kita membahas mengenai Cloud-Native Security. Apa yang dimaksud dengan Cloud-Native Security? Keamanan perusahaan yang efektif adalah cloud-native security. Ada tiga (3) prinsip dari cloud-native security, yaitu:

1. Repair

Memperbaiki software yang rentan sesegera mungkin setelah update telah tersedia.

2. Repave

Melakukan repave pada server dan aplikasi secara rutin.

3. Rotate

Melakukan rotate pada user credentials secara rutin, sehingga hanya berguna untuk jangka waktu yang singkat.

Tiga (3) prinsip di atas dikenal sebagai 3 “R’s” dari keamanan: repair, repave, dan rotate.

Mengapa Cloud-Native Security itu Penting?

1. Data center security is broken

Tradisi keamanan di perusahaan saat ini menjadi melambat. Jawaban atas semua permintaan hampir selalu mengalami penolakan. Perubahan apa pun ditolak karena pertanda dari adanya potensi ancaman.

Bandingkan pendekatan ini dengan application development dan operation. Dimana kelompok-kelompok ini bekerja bersama dalam cara yang baru (secara luas dijuluki sebagai “DevOps”) untuk menyampaikan kode baru secara lebih cepat.

Ancaman yang konstan, lebih canggih, dan terus berkembang membutuhkan tim keamanan untuk memikirkan kembali pendekatan mereka di cloud-native era.

2. Threats are evolving faster than ever

Malware dan advanced persistent terus berkembang. Program berbahaya dapat dibuat dan disebarkan. Ratusan ancaman baru berusaha menembus sistem di perusahaan setiap hari. Tindakan traditional security tidak dapat berkembang dengan cepat.

Sedangkan pendekatan cloud-native menawarkan baik eksternal perimeter, dan perlindungan sistem internal.

3. Mitigating credential leakage is possible

Faktanya adalah kredensial akan selalu dibocorkan, tetapi sistem administrator tidak akan duduk diam dan membiarkannya terjadi. Mereka dapat merubah jangka hidup untuk kredensial dari minggu atau bulan yang memberi banyak waktu kepada peretas untuk meneruskan kerentanan hingga berjam-jam atau hanya 15 menit.

Pendekatan cloud-native security membantu memastikan kredensial yang bocor tersebut secara cepat dapat menjadi tidak berharga (worthless).

Perbedaan Antara Cloud-Native Security dengan Traditional Enterprise Security

Jika dibandingkan dengan traditional enterprise security, berikut adalah beberapa hal yang harus Anda pahami:

Cloud-native security

  1. Automated. Threat mitigation terjadi ketika sistem dapat dengan cepat diperbarui (updated). Otomatisasi dan adopsi dari infrastruktur yang tidak berubah membantu menghilangkan sistem dengan konfigurasi keamanan yang unik.
  2. Proactive. Malware berkembang pada software yang rentan dan statis, sistem yang tidak berubah. Prioritasnya adalah secara agresif mengubah keadaan sistem, menghilangkan kondisi yang dibutuhkan malware untuk bertahan hidup.
  3. Patched via clean-slate redeployment. Patch diterapkan segera setelah sudah tersedia. New “golden” images dengan bit terbaru diterapkan di seluruh data center menggunakan otomatisasi dan konsep infrastruktur yang tidak berubah.
  4. Promoting change. Organisasi percaya bahwa dengan adanya perubahan sistem yang lebih cepat, semakin sulit bagi malware untuk berkembang.

Traditional Enterprise Security

  1. Monitored and instrumented. Karena organisasi percaya bahwa perubahan sistem adalah tanda dari malware, investasi besar-besaran dibuat untuk mendeteksi perubahan data center.
  2. Reactive. Mendeteksi ancaman dengan cepat menjadi sebuah prioritas. Langkah-langkah untuk mengurangi ancaman kemudian diambil setelah kerentanan telah diidentifikasi.
  3. Patched incrementally. Patch diterapkan secara bertahap ke sistem, karena masing-masing disetujui oleh tim internal.
  4. Resisting change. Organisasi percaya semakin lambat langkah perubahan, semakin aman perusahaan tersebut.

Cloud-Native Security and Pivotal

Inilah cara Pivotal membantu organisasi menggunakan model 3 R:

Dengan Pivotal Operations Manager, perusahaan dapat melakukan repave di setiap mesin virtual (VM) di data center mereka dari keadaan baik yang diketahui setiap beberapa jam tanpa aplikasi yang mengalami downtime. Mereka dapat menyebarkan aplikasi dari alat integrasi berkesinambungan seperti Concourse, dan application containers pun juga akan melakukan repave setiap beberapa jam.

Organisasi dapat melakukan repair pada operating systems (OSs) yang rentan dan tumpukan aplikasi secara konsisten dalam beberapa jam dari ketersediaan patch. Pivotal merujuk pada ini sebagai “stemcell”, dan Pivotal memperbarui stemcell dengan patch OS terbaru untuk customer dari Pivotal Cloud Foundry (PCF).

Perusahaan harus dapat dengan mudah melakukan rotate pada system credentials setiap beberapa menit atau jam. Hal ini dikarenakan sistem modern dapat berisi puluhan individu credentials. Sekarang pelanggan Pivotal dapat menggunakan identity management systems dengan multi-factor authentication untuk membantu melindungi sistem saat staf bekerja pada automated credential management.

Bagaimana menurut Anda mengenai Cloud-native applications & Cloud-native security? Sangat membantu bisnis Anda, bukan?

Source:

https://pivotal.io/cloud-native-security

Info lebih lanjut: www.phintraco.com www.phintracotech.com  | marketing@phintraco.com

Cloud-Native Applications oleh Pivotal: Cepat, Mengurangi Risiko dan Mengembangkan Bisnis Anda

By | 2018-09-26T08:48:18+00:00 September 21st, 2018|Categories: Blog|Tags: , , |

Melalui artikel berjudul CI/CD: Software yang Selalu Siap untuk Diproduksi oleh Pivotal, kami sudah membahas mengenai apa itu CI/CD, pentingnya CI/CD dan perbandingannya dengan traditional development. Saat ini, pembahasan kita akan berlanjut ke bagian lainnya, yaitu Cloud-Native Applications.

Cloud-Native adalah pendekatan untuk membangun dan menjalankan aplikasi yang memanfaatkan keuntungan dari cloud computing delivery model. Cloud-native juga dikenal dengan bagaimana aplikasi dapat dibuat dan disebarkan.

Ketika perusahaan membangun dan mengoperasikan aplikasi dalam mode cloud-native, mereka senantiasa membawa ide-ide baru ke pasar dan merespon lebih cepat terhadap permintaan pelanggan.

Organisasi pun memerlukan platform untuk membuat dan mengoperasikan aplikasi dan layanan cloud-native yang mengotomatiskan dan mengintegrasikan konsep DevOps, continuous delivery, microservices, dan containers:

DevOps

DevOps merupakan kolaborasi antara software developers dan IT operations dengan tujuan terus-menerus memberikan software yang berkualitas tinggi yang mampu memecahkan tantangan yang dihadapi oleh pelanggan.

DevOps memiliki potensi untuk menciptakan budaya dan lingkungan di mana membangun, menguji, dan merilis software secara cepat, sering, dan lebih konsisten.

Continuous Delivery

Continuous Delivery, diaktifkan oleh praktik pengembangan produk Agile, yaitu tentang pengiriman sejumlah software ke produksi secara konstan, melalui otomatisasi.

Microservices

Microservices adalah pendekatan arsitektur untuk mengembangkan aplikasi sebagai kumpulan layanan yang kecil; setiap layanan mengimplementasikan kemampuan bisnis, berjalan dalam prosesnya sendiri dan berkomunikasi melalui HTTP APIs atau messaging.

Containers

Containers menawarkan efisiensi dan kecepatan dibandingan dengan standard virtual machines (VMs). Menggunakan operating system (OS)-level virtualization, OS tunggal secara dinamis dibagi antara satu atau beberapa kontainer yang terisolasi.

Masing-masing dengan sistem file yang dapat ditulis dan kuota sumber daya yang unik.

Mengapa Cloud-Native Applications Penting

Ada beberapa poin yang menunjukkan bahwa Cloud-Native Applications ini penting bagi bisnis:

1. Cloud sebagai keunggulan yang kompetitif

Cloud-native berarti mengalihkan sasaran cloud dari penghematan biaya IT ke mesin pertumbuhan bisnis. Bisnis yang dapat membangun dan mengirimkan aplikasi dengan cepat tanggap terhadap kebutuhan pelanggan senantiasa dapat membangun kesuksesan dalam jangka waktu yang lama.

2. Memungkinkan tim untuk fokus pada ketahanan (resilience)

Ketika legacy infrastructure gagal, layanan juga dapat menderita. Namun di dunia cloud-native ini, tim fokus khusus pada arsitek untuk ketahanan.

3. Mendapatkan fleksibilitas yang lebih besar

Penyedia public cloud terus menawarkan layanan yang mengesankan dengan biaya yang wajar. Tetapi sebagian besar perusahaan tidak siap untuk hanya memilih satu infrastruktur saja.

Dengan platform yang mendukung pendekatan cloud-native, perusahaan membangun aplikasi yang dapat berjalan baik di cloud (publik maupun pribadi) tanpa adanya modifikasi.

4. Sejajarkan operasi dengan keseluruhan bisnis

Dengan mengotomatisasi operasi IT, perusahaan dapat berubah menjadi tim yang terfokus dengan mendorong prioritas bisnis. Mereka menghilangkan risiko kegagalan karena adanya kesalahan manusia. Dimana staf fokus pada perbaikan otomatis untuk menggantikan tugas admin yang rutin.

Source:

https://pivotal.io/cloud-native

Info lebih lanjut: www.phintraco.com www.phintraco-tech.com  | marketing@phintraco.com

CI/CD: Software yang Selalu Siap untuk Diproduksi oleh Pivotal

By | 2018-09-26T08:44:17+00:00 September 21st, 2018|Categories: Blog|Tags: , , , , |

Setelah memahami Apa itu Pivotal dan Perannya terhadap Pengembangan Software, saatnya kita mengetahui bagian-bagian penting apa saja yang ada di dalam Pivotal. Hal tersebut meliputi; CI/CD, Cloud-Native, Cloud-Native Security, Containers, Data Science, DevOps, Digital Transformation, Internet of Things (IoT), Microservices, dan Smart Applications.

Pertama-tama mari kita simak pembahasan mengenai CI/CD.

CI/CD: Software That’s Always Ready for Production

Continuous Integration (CI) dan Continuous Delivery (CD) menggunakan otomatisasi untuk memastikan bahwa kode aplikasi baru selalu diuji, aman, dan siap digunakan sehingga tim dapat mengirimkan ke bagian produksi tepat pada waktunya.

CI adalah proses pengujian dan pembuatan software secara otomatis setelah kode aplikasi yang baru terintegrasi ke dalam repository (tempat penyimpanan) bersama. Sedangkan CD adalah proses penyampaian aplikasi yang dibuat dalam proses CI ke bagian lingkungan produksi, yang dimasukkan melalui automated test.

Automated test memastikan fungsi aplikasi tersebut dapat sesuai dengan yang diharapkan ketika didorong ke lingkungan produksi hingga ke tangan pengguna yang sebenarnya (real users).

Mengapa CI/CD Penting

Ada beberapa poin yang menunjukkan bahwa CI/CD penting bagi perusahaan, yaitu:

  1. CI/CD dapat menyebarkan software sesuai dengan permintaan berdasarkan persyaratan bisnis.
  2. CI/CD dapat mengurangi risiko software yang tidak berfungsi dengan baik dalam produksi.
  3. CI/CD dapat membuat rapid iteration berdasarkan feedback pelanggan yang nyata.
  4. CI/CD dapat pulih lebih cepat ketika terjadi kegagalan.

Perbedaan yang Besar Antara CI/CD dengan Traditional Development

Jika dibandingkan dengan traditional development, berikut adalah beberapa hal yang harus Anda dipahami:

CI/CD

  • Software dikembangkan secara iteratively (berulang) dalam sebuah potongan kecil berdasarkan feedback pengguna (user) yang sering.
  • Tes ditulis selama dan diterapkan di seluruh proses development untuk memastikan kode aplikasi yang berkualitas.
  • Security patches dan perbaikan pada bug (bug fixes) cepat digunakan melalui otomatisasi.
  • Kode aplikasi yang baru sering diintegrasikan dengan basis kode yang ada dan diuji untuk memastikan software selalu siap digunakan untuk produksi.

Traditional Development

  • Software dikembangkan dalam unit yang besar dan kompleks dengan feedback pengguna yang kurang tepat waktu.
  • Software diserahkan kepada tim QA untuk dilakukan pengujian setelah proses development
  • Security patches dan perbaikan pada bug (bug fixes) dikirimkan dalam jumlah besar pada interval yang tidak teratur (irregular intervals), atau segera melalui manual exception processes.
  • Kode aplikasi yang baru jarang terintegrasi dengan software, dan biasanya hanya sebelum penyebaran yang terjadi di jendela rilis yang telah ditentukan.

Semoga informasi ini berguna bagi Anda dan perusahaan Anda.

Source:

https://pivotal.io/cicd

Info lebih lanjut: www.phintraco.com www.phintraco-tech.com  | marketing@phintraco.com

Apa itu Hyper Converged dan Manfaatnya Bagi Bisnis

By | 2018-08-23T01:56:56+00:00 August 23rd, 2018|Categories: Blog|Tags: , , , |

Hyper-converged infrastructure (HCI) merupakan infrastruktur IT yang didefinisikan sebagai software yang memvirtualisasi semua elemen sistem hardware konvensional. HCI tersebut mencakup virtualized computing (hypervisor), virtualised SAN (software-defined storage) dan virtualized networking (software-defined networking).

Dengan menggunakan HCI, perusahaan Anda dapat dengan mudah menghadapi sejumlah data center menjadi single appliance. Lantas apakah sebenarnya manfaat utama dari HCI ini?

Mari kita simak lima (5) manfaat dari HCI yang menggabungkan antara komputasi (compute), penyimpanan (storage), dan jaringan (networking) menjadi satu solusi tervirtualisasi yang mudah digunakan.

Manfaat Hyper-Converged

  1. Lower Costs

Biaya bukanlah satu-satunya pertimbangan saat ingin merancang solusi IT Anda, namun hal tersebut juga sangat penting untuk Anda perhatikan. Data center tercepat di dunia sekalipun tidak terlalu berguna jika Anda harus menghabiskan seluruh profit margin pada lisensi software dan karyawan spesialis Anda.

HCI menggunakan model ekonomi yang mirip dengan public cloud providers, yang dapat menghindari biaya di muka (up-front costs) dan pembelian infrastruktur yang besar di setiap tahunnya.

Selain itu sistem hyper-converged memiliki biaya masuk (cost entry) yang rendah dan total biaya kepemilikan (cost of ownership) yang lebih rendah dibandingkan dengan sistem terintegrasi maupun legacy infrastructure.

  1. Flexibility and scale

Karena hyperconvergence didasarkan pada software, dapat memberikan tingkat fleksibilitas dan kelincahan untuk bisnis ketika dibandingkan dengan legacy infrastructure. Selain itu untuk ekspansi kapasitas dan pengembangan data center dapat jauh lebih mudah dan simple jika dibandingkan dengan legacy infrastructure.

  1. Workload consolidation

Sistem hyper-converged menyatukan core storage, jaringan dan fungsi komputasi menjadi satu solusi yang sangat tervirtualisasi.

Menurut survei dari Enterprise Strategy Group, kemampuan untuk mengkonsolidasikan berbagai fungsi IT seperti backup, deduplication dan optimisasi WAN ke dalam platform yang sama adalah alasan yang paling menarik untuk menggunakan infrastruktur hyper-converged ini.

  1. Data protection

HCI juga bermanfaat dalam hal efisiensi dan penyimpanan data. Snapshotting, data deduplication dan fitur perlindungan data lainnya yang sering dibangun, membuat upaya pemulihan dari bencana menjadi jauh lebih mudah.

Software-defined nature dari HCI juga mengartikan bahwa organisasi dapat menggunakan penyimpanan public cloud sebagai target untuk melakukan backups.

  1. Automated Infrastructure

Banyak legacy IT infrastructure yang sangat bervariasi dan rumit sehingga otomatisasi tidak mungkin dilakukan. Namun HCI dapat digunakan pada prinsip software-defined data centre (SDDC), dimana segala sesuatu termasuk storage, servers dan supporting services divirtualisasikan.

Ini berarti bahwa otomatisasi dari routine operations (seperti penjadwalan) dapat dicapai ketika centralised management tools diimplementasikan.

Source:

https://en.wikipedia.org/wiki/Hyper-converged_infrastructure

http://www.hyperconverged.org/10-things-hyperconvergence-can-do/

http://www.itpro.co.uk/data-centres/30952/five-business-benefits-of-hyperconvergence

Phintraco Technology bersama OneSpan Adakan Event untuk Mengamankan Transformasi Digital di Setiap Proses Bisnis

By | 2018-08-30T09:13:19+00:00 August 18th, 2018|Categories: News & Updates|Tags: , , , , |

Dalam menerapkan transformasi digital di setiap bisnis perusahaan tentunya menghadapi berbagai macam rintangan. Salah satunya adalah dari segi keamanan yang harus terus dijaga oleh perusahaan. Hal ini pun juga menjadi sebuah kekhawatiran bagi para pebisnis, khususnya yang bergerak di industri banking.

Menjawab hal tersebut, Phintraco Technology bersama OneSpan (yang sebelumnya dikenal sebagai VASCO) mengadakan event bertajuk “Secure Your Digital Transformation in Every Business Process”, pada hari Selasa – Rabu, tanggal 14-15 Agustus 2018, di Pullman, Jakarta.

Banyak perusahaan yang mengalami evolusi transformasi digital. Hal ini terjadi karena banyak konsumen yang memiliki harapan yang besar kepada perusahaan untuk dapat memberikan pengalaman yang lebih baik.

Pengalaman yang lebih baik tersebut yaitu dengan karyawan, partners dan seluruh channels dan perangkat. Ada 2 topik utama yang dibahas di dalam event ini, yaitu Pertama; mengenai solusi soft token dan kedua; mengenai solusi e-signature.

Ada beberapa topik highlight mengenai solusi Soft token. Yaitu; Introduction & Strategy, Digitizing the Enterprise – Mobile Innovation, Intelligent Adaptive Authentication & Fraud Management, Mobile App Security, dan diakhiri dengan sesi tanya jawab (Q&A).

Pada sesi introduction & strategy, menjelaskan apa yang kita lihat di pasar (melalui Strategic customer input & Analyst research). Bagaimana solusi generasi berikutnya yang akan memungkinkan Anda untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang signifikan dan mengurangi adanya penipuan (fraud).

Sedangkan pada sesi mengenai Digitizing the Enterprise – Mobile Innovation, menjelaskan sedikit lebih mendalam mengenai bagaimana TIP dapat meningkatkan transformasi dan pertumbuhan digital di perusahaan Anda.

Dilanjutkan dengan penjelasan terkait Intelligent Adaptive Authentication & Fraud Management, dan terakhir mengenai pentingnya keamanan Mobile App Security dalam konteks menciptakan kepercayaan di saluran digital Anda.

Topik selanjutnya membahas mengenai solusi E-Signature. Pebisnis yang hadir di event mendapatkan insight terkait; Peran dari E-Signature, Evolusi dari Transformasi Digital, Pengertian dari E-Signature, Alur kerja dari E-Signature, The Value of Signature dan lain-lainnya.

Beberapa perwakilan dari tim OneSpan yang hadir & menjadi pembicara dalam event ini, adalah; Mr. Daren leong – Managing Director OneSpan Asia Pacific, Tian Keum Teng – Sales Director OneSpan Asia Pacific, Francis Lim – Regional Sales Director, Desmond Soon – Subject Matter Expert, dan pembicara lainnya.

Semoga dengan adanya event ini, dapat bermanfaat dan memberikan perspektif baru tentang transformasi  digital yang aman serta teknologi yang dapat memudahkan pelanggan.

Load More Posts
GET THE LATEST INFO FROM US